Barut Ikuti Rakoor Penanggulangan Kemiskinan 2025, Wabup Felix: Dari Data BPS Barut Urutan Ke-9 Termiskin di Kalteng

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, mengikuti Rakoor Penanggulangan Kemiskinan 2025 yang digelar Pemprov Kalteng, di Aula Kantor Bapperida, Palangka Raya, pada Kamis, 20 November 2025. Foto: dok. Diskominfosandi Barut

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, mengikuti Rakoor Penanggulangan Kemiskinan 2025 yang digelar Pemprov Kalteng, di Aula Kantor Bapperida, Palangka Raya, pada Kamis, 20 November 2025. Foto: dok. Diskominfosandi Barut

1TULAH.COM, Muara Teweh – Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) Penanggulangan Kemiskinan 2025 di Aula Kantor Bapperida, Palangka Raya, pada Kamis, 20 November 2025.

Rakoor dipimpin langsung Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, Edy Pratowo, dan dihadiri oleh sejumlah wakil bupati/wakil wali kota se-Kalteng, termasuk Wabup Barito Utara (Barut), Felix Sonadie Y Tingan.

Rakoor ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188.44/83/2022 mengenai Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalteng Tahun 2022-2026.

Wagub Edy Pratowo menyatakan, bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus sejalan dengan komitmen nasional dan global melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

“Tujuan pertama SDGs adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya, yang tidak hanya terkait keterbatasan finansial, tetapi juga akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kualitas hidup secara umum,” ujar Wagub Edy Pratowo, dikutip 1tulah.com dari laman akun Facebook Diskominfosandi Barut.

Sementara Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung, melaporkan bahwa rakoor bertujuan untuk mengkoordinasikan upaya penanggulangan kemiskinan dari pusat hingga daerah, mengevaluasi program yang sudah berjalan, serta menjaring masukan untuk Rancangan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kalteng 2025-2029.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan

Di tempat yang sama Wabup Felix, dalam paparannya memaparkan kondisi di daerahnya.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng 2025, Barut menempati peringkat ke-9 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 744.000 jiwa atau 5,52% dari total penduduk.

Penyebab peningkatan angka kemiskinan di Barut antara lain, ujar Wabup Felix terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah dari 2,92% (triwulan I) menjadi 2,48% (triwulan II) 2025. “Meningkatnya garis kemiskinan dari Rp 590.832 (2024) menjadi Rp 628.429 (2025) akibat inflasi dan tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,71% (2024),” katanya.

Untuk mengatasi hal ini, lanjut dia Barut telah menetapkan target penurunan persentase kemiskinan dalam rancangan awal RPJMD 2025-2029, dengan target mencapai 4,6% pada 2030.

Wabup Felix menambahkan dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Barut berkomitmen melaksanakan tiga strategi utama.

Baca Juga :  Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

Di antaranya, pengurangan beban pengeluaran masyarakat, melalui operasi pasar murah, gerakan pasar murah on the road (Gepamor), serta bantuan sosial (PKH, BPNT, JKN-PBI, dan BLT Dana Desa).

Kemudian peningkatan pendapatan masyarakat, dengan penguatan kelembagaan ekonomi, dukungan pertanian, pendidikan dan penguatan vokasi, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.

Terakhir penurunan kantong-kantong kemiskinan; melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sanitasi, dan pembangunan sekolah rakyat.

“Pemkab Barito Utara juga berkomitmen untuk mengendalikan inflasi daerah, yang hingga pekann kedua November menunjukkan angka minus 0,41 persen. Selain itu, Rakoor ini mendorong Pemkab Barito Utara untuk segera menyusun RPKD kabupaten yang sinergis dengan RPKD Provinsi Kalteng,” tandas Wabup Felix.

Rakoor dihadiri oleh unsur forkopimda, pejabat daerah terkait, dan para Tenaga Ahli penyusunan RPKD.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat
Asap Karhutla Pekat, Jarak Pandang di Muara Teweh Diperkirakan 30 Meter
Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU
Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan
Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla
APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga
Desa Teluk Malewai Percepat Realisasi DD dan ADD hingga 85 Persen
PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 13:06 WIB

Asap Karhutla Pekat, Jarak Pandang di Muara Teweh Diperkirakan 30 Meter

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIB

Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

Kamis, 17 September 2026 - 15:59 WIB

Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan

Rabu, 16 September 2026 - 00:15 WIB

Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:12 WIB

APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Selasa, 15 September 2026 - 10:46 WIB

Desa Teluk Malewai Percepat Realisasi DD dan ADD hingga 85 Persen

Kamis, 10 September 2026 - 18:09 WIB

PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

Berita Terbaru