Kerusuhan di Pati: Alarm Serius bagi Pemerintah Pusat, Mencegah “Api” Menjalar ke Daerah Lain

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagaskara)

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagaskara)

1TULAH.COM-Kerusuhan yang pecah di Pati akibat amarah warga terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250% ternyata menyita perhatian serius di tingkat nasional.

Para pejabat tinggi di Jakarta pun dikabarkan “panas dingin” melihat insiden tersebut, khawatir jika “api” serupa akan menjalar ke daerah lain.

Menanggapi situasi genting ini, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengambil langkah cepat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengadakan pertemuan khusus dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa insiden di Pati tidak terulang dan menjadi preseden buruk bagi daerah lain di Indonesia.

Pesan Tegas dari Senayan: Mitigasi Kebijakan Daerah yang “Ngawur”

Dasco, yang juga merupakan Ketua Harian Partai Gerindra, tidak menampik bahwa kerusuhan di Pati adalah sinyal bahaya yang harus segera direspons oleh pemerintah pusat. Dalam rapat evaluasi tersebut, Dasco menyampaikan pesan tegas kepada Mendagri.

“Tadi kami sudah rapat evaluasi dengan Mendagri mengenai beberapa hal perkembangan di daerah-daerah lain yang kemungkinan ada kebijakan yang sama,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan.

Baca Juga :  Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda

Lebih lanjut, ia secara khusus meminta Tito Karnavian untuk mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Tujuannya jelas: untuk mencegah agar tidak ada lagi kepala daerah yang membuat kebijakan kontroversial dan “ngawur” yang dapat memicu kemarahan rakyat.

“Dan sudah kami minta kepada Mendagri untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk memitigasi hal yang serupa,” tegas Dasco.

Kronologi Amarah Warga Pati yang Meledak

Ketegangan di Pati memuncak pada Rabu (13/8/2025) ketika ribuan warga turun ke jalan. Awalnya, aksi demonstrasi ini berjalan damai. Namun, situasi berubah mencekam ketika Bupati Pati, Sudewo, muncul menemui massa.

Massa yang sudah telanjur kecewa dan marah atas kenaikan PBB yang dinilai sangat membebani, tidak dapat membendung emosi mereka. Kedatangan Bupati Sudewo disambut dengan lemparan botol dan sampah, meskipun ia sempat menyampaikan permohonan maaf. Kerusuhan pun tak terhindarkan, menjadi cerminan nyata dari kekecewaan mendalam masyarakat.

Baca Juga :  Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Nasib Bupati Sudewo di Ujung Tanduk

Insiden ini bukan hanya menciptakan kericuhan, tetapi juga membawa konsekuensi serius bagi sang bupati. Kebijakan kontroversialnya dan kerusuhan yang terjadi telah membuat posisinya terancam.

Sebagai respons, DPRD Kabupaten Pati telah mengambil langkah tegas. Mereka membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk memproses pemakzulan Bupati Sudewo. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, yang pada akhirnya dapat berujung pada konsekuensi politik yang fatal.

Kerusuhan di Pati menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama para pemimpin daerah, bahwa setiap kebijakan harus dipikirkan secara matang dan transparan. Amarah rakyat yang meledak di Pati adalah bukti bahwa aspirasi dan beban masyarakat tidak boleh diabaikan.

Pemerintah pusat, melalui Mendagri, kini memiliki tugas berat untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, menjaga stabilitas daerah, dan memastikan para kepala daerah bekerja untuk kepentingan rakyat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Berita Terbaru