Mediasi Lahan dan Jalan di Bartim: PT. Tiara Basama dan Warga Belum Temui Titik Temu

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Tanto (Tengah), bersama kawan-kawan saat wawancara. Foto : 1tulah.com/zakirin

Agus Tanto (Tengah), bersama kawan-kawan saat wawancara. Foto : 1tulah.com/zakirin

1tulah.com, TAMIANG LAYANG-Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TTPKS) Kabupaten Barito Timur (Bartim) kembali menggelar mediasi permasalahan lahan dan jalan, antara Agus Tanto dan kawan-kawan dengan Robison dan Kesno serta pihak manajemen perusahaan PT. Tiara Basama yang bergerak di bidang pertambangan batubara, namun di mediasi yang ke dua ini pun tidak ada kesepakatan alias buntu, Senin (17/02/2025).

Mediasi tersebut bertempat di Aula Kantor Bupati Bartim dan dipimpin oleh Asisten I Setda Bartim, Aripanan Putut Lelu didampingi Kabag OPS Polres, Kepala Badan Kesbangpol, nampak hadir perwakilan OPD terkait, Camat Dusun Tengah (Dusteng), Kades Muara Awang dan undangan lainnya.

Usai memimpin mediasi Aripanan menjelaskan bahwa tadi sudah dimediasi antara Agus Tanto dan kawan-kawan dengan pihak Robison dan Kesno serta pihak manajemen perusahaan PT. Tiara Basama namun tidak ada kesepakatan alias buntu.

“Ini merupakan mediasi lanjutan, ada pihak yang tidak hadir pada mediasi sebelumnya, hari ini hadir dari pihak Robison dan Kesno, dari pihak Robison menantunya yang hadir. Agus Tanto dan Utuh Karing sudah menyampaikan lahan 10 hektare yang mereka klaim, sedangkan jalan sepanjang 6 kilometer nya akan dibahas kemudian”, jelasnya.

Baca Juga :  KPK Respons Pernyataan Mahfud MD Terkait Nusron Wahid

Lanjutnya, tadi juga sudah disampaikan Agus Tanto dan Utuh Karing secara tegas bahwa mereka mau minta bagian dari pembayaran tali asih dari pihak perusahaan PT. Tiara Barsama yang sudah diterima oleh Kesno. Sementara dari pihak Kresno dan menantu Robison juga menyatakan secara tegas bahwa mereka tidak mau masalah ini dibawa mundur ke belakang.

“Artinya dari tali asih yang sudah dibayarkan pihak perusahaan PT Tiara Basama kepada mereka, mereka tidak bersedia memberikan kepada pihak Agus Tanto dan Utuh Karing, karena menurut mereka segala sesuatunya sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur,” jelas Aripanan

Meski hasil mediasi hari ini tidak ada kesepakatan atau buntu, namun kita berharap pada para pihak jangan sampai masalah ini hingga ke pengadilan.

Baca Juga :  Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

“Karena ini masih ada hubungan keluarga, jadi sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan,” harap Aripanan

Sementara Agus Tanto saat diwawancarai wartawan menyampaikan bahwa mediasi hari ini tidak ada kesepakatan, meski demikian dirinya tetap menyampaikan terima kasih kepada TTPKS Bartim dan para pihak yang telah memfasilitasi mediasi ini.

“Kami tetap mempertahankan lahan kami, kalau belum ada penyelesaian” tegas Agus

Sedangkan untuk tanah Ulayat tetap akan digugat ke Pengadilan dan untuk lahan garapan kami tetap kami pertahankan sampai ada titik temu. Kepada pihak perusahaan, saya minta jangan menggarap lahan kami yang seluas 10 hektare sebelum ada penyelesaian.

“Sesuai komitmen kami dari awal, kalau pihak PT Tiara Basama tetap bersikeras menggarap lahan itu kami akan meminta bantuan Ormas Gerbang Dayak untuk turut membantu kami,” pungkasnya (zek).

Berita Terkait

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla
Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN
Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Jumat, 25 September 2026 - 05:40 WIB

Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Rabu, 23 September 2026 - 05:53 WIB

Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Berita Terbaru