1TULAH.COM-Indonesia tengah gencar melakukan transisi energi menuju swasembada energi, dengan target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Namun, tahukah Anda bahwa transisi energi bukanlah hal baru bagi Indonesia?
Menurut Prof. Mukhtasor, pakar energi nasional dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), transisi energi telah berlangsung sejak 200 tahun lalu. Dulu, masyarakat Indonesia mengandalkan kayu dan arang sebagai sumber energi. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan, sumber energi yang lebih murah seperti batu bara mulai digunakan.
“Maka orang lebih ‘preparing’ pada batu bara dan sekitar abad 19 penggunaan batu bara meningkat,” kata Prof. Mukhtasor dalam acara Local Media Community (LMC) 2025 di Surabaya, Selasa (4/2/2025).
Saat ini, transisi energi kembali menjadi fokus, dengan tujuan menggantikan batu bara dengan energi terbarukan yang bersumber dari alam. Namun, tantangan глобальной juga turut mempengaruhi transisi energi di Indonesia.
Prof. Mukhtasor mencontohkan krisis energi yang terjadi di Eropa akibat konflik Rusia-Ukraina. Negara-negara Eropa yang ingin beralih ke energi terbarukan terpaksa kembali menggunakan batu bara karena harga gas yang melonjak tinggi.
“Ada masalah berat, ada masalah pasokan gas, maka Eropa balik lagi ke batu bara atau fosil. Ini menandakan sebenarnya soal keterjangkauan harga,” ujarnya.
Keterjangkauan harga menjadi kunci penting dalam transisi energi. Pemerintah Indonesia perlu mencari solusi agar energi terbarukan dapat diakses oleh seluruh masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, transisi energi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media lokal. Media lokal memiliki peran penting dalam mengkomunikasikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai transisi energi kepada masyarakat.
Dengan belajar dari sejarah dan menghadapi tantangan global, Indonesia dapat mencapai target swasembada energi dan NZE pada tahun 2060. (Sumber:Suara.com)

![Willy Dozan mengaku tak bisa lagi melakukan adegan ekstrem dalam film. Penyebabnya karena dia mengalami pengapuran di kaki. [Rena Pangesti/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/willy-dozan-360x200.jpg)




![Dokter Detektif alias Doktif saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Januari 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/doktif-225x129.jpg)





![Dokter Detektif alias Doktif saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Januari 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/doktif-360x200.jpg)










