Kembali Jadi Ketua Dewan Syuro PKB Usai Purna Tugas Wapres, Ma’ruf Amin: Kiai Jangan Lupa Politik

- Jurnalis

Sabtu, 18 Januari 2025 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Ma'ruf Amin. (sumber: suara.com)

KH Ma'ruf Amin. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Ma’ruf Amin mengungkap berbagai aktivitasnya usai purna tugas sebagai Wakil Presiden Ke-13 sejak 20 Oktober 2024 lalu. Ma’ruf sebutkan bahwa setelah purna tugas, Ia kembali berdakwah, mengurus pondok pesantren, memberi ceramah, serta berdiskusi tentang persoalan agama.

“Jadi justru jangan-jangan saya pikir saya lebih sibuk dari jadi wapres,” ucap Ma’ruf dalam siniar bersama mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Sabtu (18/1/2025).

Selanjutnya, beliau menyebutkan sekarang ia kembali menjadi Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Muktamar Ke-6 PKB di Bali pada Agustus 2024. Pemilihan dirinya sebagai Ketua Dewan Syuro PKB ini membuat Ma’ruf merasa memiliki kewajiban untuk membangun politik kiai. Alasannya, dia menilai kesadaran politik bagi para kiai.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum

“Karena banyak kiai sekarang yang kehilangan kesadaran politiknya karena kiai itu ngaji, dakwah, baca doa, jampe-jampe, sembar sembur hahaha,” kata Ma’ruf sambil berkelakar.

Kemudian, beliau juga menegaskan semua persoalan akan berujung pada keputusan politik sehingga Ma’ruf menilai kiai harus mengambil peran dan andil dalam sistem politik.

“Ketika kiai tidak memberi warna politik, maka politik itu tidak ada warna kiainya, karena itu kiai harus mengambil peran politik seperti dulu,” ujar Ma’ruf.

Baca Juga :  30 Tahun Sheila on 7: Rahasia di Balik Loyalitas Tanpa Batas untuk Sheilagank

Lebih lanjut, Ma’ruf juga menerangkan bahwa politik kiai berbeda dengan kiai politik. Menurut beliai, kiai politik ialah kondisi ketika kiai masuk ke dalam sistem politik tetapi hanya mengikuti pergerakan politik. Namun di sisi lain, politik kiai adalah kondisi dalam sistem politik yang mengikuti ajaran agama sesuai yang diajarkan para kiai.

“Kiai ini kan punya dasar, punya pandangan, maka itu saya sebut pemberi warna, warna ketuhanan. Nah itu yang diberikan di ekonomi, di sosial, maupun di politik,” sebutnya

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Prabowo Dukung Perdamaian Thailand dan Kamboja di Forum KTT ASEAN
KPK sebut ASN Bea Cukai yang Kabur dari Wartawan Terima Uang Korupsi
Heriyus Apresiasi Semangat Kontingen Murung Raya yang Akan Berlaga di FBIM 2026
Spinmama Casino Review: Golpes Rápidos y Juegos de Slots de Alta Intensidad
ThePokies Casino: Quick Wins and Fast‑Paced Play for Aussie Gamblers
Pengurus BPC HIPMI Barito Timur Resmi Dikukuhkan, Fokus Dorong Sektor UMKM
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Chicken Road Slot : Aventure à Multiplicateur Rapide pour Gains Express
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:16 WIB

Prabowo Dukung Perdamaian Thailand dan Kamboja di Forum KTT ASEAN

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:14 WIB

KPK sebut ASN Bea Cukai yang Kabur dari Wartawan Terima Uang Korupsi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:57 WIB

Heriyus Apresiasi Semangat Kontingen Murung Raya yang Akan Berlaga di FBIM 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:44 WIB

Spinmama Casino Review: Golpes Rápidos y Juegos de Slots de Alta Intensidad

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:40 WIB

ThePokies Casino: Quick Wins and Fast‑Paced Play for Aussie Gamblers

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Pengurus BPC HIPMI Barito Timur Resmi Dikukuhkan, Fokus Dorong Sektor UMKM

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:44 WIB

Chicken Road Slot : Aventure à Multiplicateur Rapide pour Gains Express

Berita Terbaru