Skip Sarapan Terlalu Sering? Ini Dampak Buruknya untuk Kesehatan Anda

- Jurnalis

Minggu, 5 Januari 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu sarapan. 4 hal harus dihindari saat sarapan (sumber: freepik)

Ilustrasi menu sarapan. 4 hal harus dihindari saat sarapan (sumber: freepik)

1TULAH.COM – Sarapan merupakan aktivitas penting yang biasanya dilakukan sebelum memulai berbagai kegiatan sehari-hari.

Banyak orang memilih menu sederhana seperti roti, susu, kopi, atau sereal untuk mengawali hari mereka.

Meski begitu, tidak semua orang menjadikan sarapan sebagai kebiasaan, terutama mereka yang sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan, yang sering kali memilih untuk melewatkan sarapan.

Menurut laporan dari Times of India, sarapan memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh.

Sarapan tidak hanya membantu mengisi kembali energi yang dibutuhkan setelah tidur malam, tetapi juga memulai metabolisme tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, serta menjaga suasana hati tetap stabil.

Sebaliknya, melewatkan sarapan dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup serius, seperti hilangnya asupan nutrisi penting, kelelahan, hingga gangguan kognitif dan emosional. Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat terjadi akibat melewatkan sarapan:

Dampak Buruk Melewatkan Sarapan

1. Gangguan Konsentrasi

   Sarapan memberikan glukosa yang diperlukan oleh otak untuk berfungsi secara optimal. Tanpa sarapan, kemampuan konsentrasi, memori, dan kinerja kognitif dapat terganggu, sehingga memengaruhi produktivitas di tempat kerja atau sekolah.

2. Risiko Obesitas

   Melewatkan sarapan sering kali memicu rasa lapar berlebihan, sehingga seseorang cenderung makan secara tidak terkendali di waktu lain. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi camilan berkalori tinggi dan berujung pada peningkatan risiko obesitas.

3. Kekurangan Nutrisi

   Sarapan adalah waktu yang ideal untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Melewatkan waktu makan ini dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, yang berdampak pada berbagai fungsi tubuh dan memicu masalah kesehatan jangka panjang.

4. Perubahan Suasana Hati

   Tidak sarapan dapat menyebabkan kadar gula darah turun, yang memicu perubahan suasana hati, mudah marah, dan rasa tidak nyaman. Sebaliknya, sarapan yang seimbang dapat membantu menjaga stabilitas kadar gula darah, sehingga mendukung kesejahteraan emosional.

5. Metabolisme Melambat

   Melewatkan sarapan dapat memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan energi, yang menyebabkan metabolisme melambat. Hal ini mengurangi efisiensi pembakaran kalori, sehingga dapat menghambat pengelolaan berat badan.

6. Meningkatkan Tingkat Stres

   Kadar gula darah yang rendah akibat tidak sarapan dapat memicu respons stres tubuh. Peningkatan kadar hormon kortisol yang terjadi dapat menyebabkan kecemasan dan stres berkepanjangan sepanjang hari.

7. Peningkatan Risiko Penyakit Kronis

   Kebiasaan melewatkan sarapan dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

Untuk mendukung kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan produktivitas, sangat disarankan untuk menjaga kebiasaan sarapan.

Pilihlah menu yang sehat dan seimbang agar kebutuhan nutrisi terpenuhi, metabolisme tubuh tetap optimal, dan risiko masalah kesehatan dapat diminimalkan. Sarapan yang teratur adalah langkah kecil yang memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Berita Terbaru