1TULAH.COM – Gula sebenarnya adalah sumber energi penting dan esensial untuk kehidupan manusia. Namun, tidak semua jenis gula sama. Fruktosa ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran, sedangkan laktosa ada dalam susu.
Gula tambahan yang sering ditambahkan dalam makanan olahan adalah yang sebaiknya dihindari. Berikut adalah beberapa tanda tubuh mengonsumsi terlalu banyak gula, menurut Everyday Health:
1. Mudah Lapar: Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan rasa lapar karena tubuh membakar gula dengan cepat tanpa adanya cukup protein, serat, dan lemak sehat. Ahli diet Keri Stoner-Davis RDN menyatakan bahwa meskipun gula memuaskan lidah, gula tidak benar-benar mengenyangkan.
Minuman manis dengan gula tambahan juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan merusak ekosistem usus yang sehat, yang penting untuk metabolisme glukosa dan insulin. Gula juga merusak hormon lemak seperti leptin yang menghambat rasa lapar.
2. Gampang Capek dan Energi Rendah: Gula cepat dicerna dan diserap oleh tubuh, yang bisa membuat seseorang cepat merasa lelah dan kekurangan energi.
Menurut Keri, gula adalah sumber energi cepat, sehingga setelah mengonsumsinya, dalam 30 menit seseorang akan merasa lapar lagi dan kekurangan energi. Perubahan besar dalam kadar gula darah dan insulin juga dapat menyebabkan penurunan energi secara keseluruhan.
3. Ingin Makan Manis Terus: Keinginan terus-menerus untuk makan manis adalah tanda lain dari konsumsi gula berlebihan. Gula dapat memberikan efek senang dan ‘kecanduan’ pada otak dengan menargetkan pusat kesenangan yang disebut mesokortikolimbik.
Ini meningkatkan hormon bahagia dopamin dan keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak gula. Menurut Keri, berfokus pada makanan kecil dan camilan dari makanan asli dan utuh, serta makan secara teratur, dapat membantu mengurangi keinginan ini.
4. Tekanan Darah Tinggi: Konsumsi gula berlebihan dapat menjadi faktor risiko tekanan darah tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman manis bergula berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan insiden hipertensi yang lebih tinggi.
Meskipun hubungan sebab-akibat langsung belum ditemukan, ilmuwan percaya bahwa kadar glukosa yang tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah, sehingga lipid seperti kolesterol lebih mudah menempel pada dinding pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah mengeras dan tekanan darah naik.
5. Wajah Berjerawat dan Berkerut: Konsumsi gula tambahan dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan menyebabkan jerawat serta kerutan. Kontrol glikemik memainkan peran penting dalam kesehatan kulit.
Studi menunjukkan bahwa resistensi insulin dapat mempengaruhi perkembangan jerawat. Selain itu, produk akhir glikasi lanjutan, yang merupakan produk dari gula berlebih, dapat mendorong penuaan kulit dan menyebabkan kerutan.
Penulis : Laili Rukhmina

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)





![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-225x129.jpg)



![Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/hormuz-selat-225x129.jpg)



![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-360x200.jpg)

![Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/hormuz-selat-360x200.jpg)




![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



