Kenali Gejala Awal Terkena Penyakit Kurap

- Jurnalis

Kamis, 25 Juli 2024 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustarsi: Kulit Gatal-gatal

Ilustarsi: Kulit Gatal-gatal

 

1TULAH.COM – Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo menjelaskan gejala yang mungkin dirasakan jika tertular infeksi jamur penyebab kurap bernama dermatofita.

“Kurap adalah penyakit akibat jamur pada kulit, kuku, atau kulit kepala yang disebabkan oleh dermatofita. Jamur ini bisa muncul di lipatan paha atau selangkangan,” kata Dr. Eliza Miranda, SpDVE, Subsp. D.T dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Eliza menjelaskan bahwa kurap dapat menyerang kulit jika seseorang tidak menjaga kebersihan, misalnya sering bertukar pakaian, bercocok tanam tanpa sarung tangan, atau berjalan tanpa alas kaki. Kondisi imun yang rendah seperti pada pasien HIV/AIDS, lupus, dan terapi kanker juga mempermudah tertular infeksi.

Gejala umum kurap termasuk munculnya bercak merah yang meluas di beberapa bagian kulit, dengan warna merah lebih redup di tengah dan terang di tepi. Bercak ini akan terasa gatal, dan jika dibiarkan, akan bersisik dan pola bercaknya menyerupai awan akibat penggabungan beberapa lesi kulit.

“Jika ada bercak merah dan gatal, itu bisa jadi infeksi jamur kurap, walaupun gejala ini juga ditemukan pada penyakit lain seperti eksim,” ujar Eliza.

Pada kuku, gejala kurap meliputi kerusakan kuku yang menjadi keruh, berwarna kekuningan, hijau, atau hitam, serta rapuh dan mudah patah. Permukaan lempeng kuku juga menjadi lebih tebal dan kasar.

Jika kurap mengenai kulit kepala, gejalanya adalah kebotakan di satu tempat, rambut rontok di bagian tengah atau pangkal, dan bisa menimbulkan bisul jika ada pembengkakan di area yang botak. Selain bisul, ruam kemerahan juga kadang ditemukan.

Eliza menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala tersebut mulai dirasakan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Masyarakat juga diminta untuk mencari sumber penularan, seperti kebiasaan sehari-hari atau hewan peliharaan seperti anjing atau kucing yang bisa menularkan infeksi.

“Jika kucing atau anjing kita rambutnya rontok dan pitak, itu ciri-ciri sakit jamur. Kita harus obati hewan peliharaan, jika tidak, mereka bisa menularkan pada anggota keluarga lain. Kebiasaan bertukar pakaian atau handuk juga harus diperhatikan dan dikomunikasikan dengan dokter,” kata Eliza.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru