Punya IPK 2,3 Akan Sulit Cari Kerja? Ini Penjelasan HRD

- Jurnalis

Selasa, 23 Januari 2024 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wawancara Karyawan dengan HRD(Sumber: Freepik)

Wawancara Karyawan dengan HRD(Sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Banyak perusahaan di Indonesia memakai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai salah satu persyaratan penerimaan karyawan.

Audi Lumbantoruan selaku Praktisi HR, mengungkapkan bahwa individu dengan IPK rendah, seperti 2,3 atau di bawahnya, mungkin menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan, terutama di bidang-bidang yang menuntut keahlian spesifik.

“Tergantung cari pekerjaannya yang model apa. Kalau pekerjaan yang sifatnya kemahiran sih nggak perlu (punya nilai bagus atau IPK 2,3 ke atas) ya, kecuali pekerjaan di perusahaan yang membutuhkan keilmuan tertentu,” ucap Audi, Selasa (23/1/2024).

Baca Juga :  Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Audi menjelaskan bahwa posisi-posisi seperti manajemen, dokter, pengajar, atau riset dalam suatu perusahaan termasuk dalam bidang pekerjaan yang mengharuskan keilmuan khusus. Biasanya, perusahaan-perusahaan yang mencari karyawan untuk bidang-bidang tersebut menetapkan persyaratan IPK minimal 3 atau lebih, sesuai dengan kebutuhan atau kebijakan masing-masing.

“Dulu (rata-rata butuh IPK) 2,75 kemudian naik 3 kemudian naik lagi sekarang (butuh minimal IPK) 3,2 bahkan ada (perusahaan yang mensyaratkan IPK) 3,5,” ungkapnya.

Dengan demikian, individu yang memiliki IPK 2,3 atau lebih rendah memiliki kemungkinan ditolak oleh perusahaan saat melamar pada beberapa posisi tertentu. Meskipun kondisi ini tidak bersifat mutlak atau pasti, karena bergantung pada peluang yang diberikan oleh perusahaan.

Baca Juga :  Heboh! Aksi Spontan Presiden Prabowo Buka Baju dan Lempar ke Massa Buruh di May Day 2026

Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis cenderung kurang memprioritaskan IPK sebagai kriteria utama saat membuka lowongan. Perusahaan biasanya lebih mempertimbangkan pengalaman kerja para pelamar dalam hal ini.

“Dunia pekerjaan itu banyak selain yang tadi, kan masih banyak posisi-posisi, lebih banyak operasional ya, yang masih bisa dicoba untuk dilamar. Kan ada juga perusahaan-perusahaan yang tidak menitikberatkan pada IPK,” terang Audi.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Hari Buruh 2026: Menguak Realita Beban Berlapis dan Ketimpangan Upah Pekerja Perempuan
Kado Manis May Day 2026: Presiden Prabowo Teken Perpres 27/2026, Potongan Ojol Resmi Turun Jadi 8%!
Spinoloco Casino – Mobile‑First Slots, Live Tables & Crypto Play
Bantu Atasi Masalah PHK dan Outsourcing, Desk Ketenagakerjaan Polri Diapresiasi Buruh
Heboh! Aksi Spontan Presiden Prabowo Buka Baju dan Lempar ke Massa Buruh di May Day 2026
Roby Casino Mobile: Vincite Veloci e Gioco Rapido
Aviator – Het Snelle Crash Spel dat Je Alert Houdt
Magius Casino – Quick‑Fire Gaming voor de Snel‑Paced Speler
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:36 WIB

Hari Buruh 2026: Menguak Realita Beban Berlapis dan Ketimpangan Upah Pekerja Perempuan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:56 WIB

Spinoloco Casino – Mobile‑First Slots, Live Tables & Crypto Play

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:21 WIB

Bantu Atasi Masalah PHK dan Outsourcing, Desk Ketenagakerjaan Polri Diapresiasi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:09 WIB

Heboh! Aksi Spontan Presiden Prabowo Buka Baju dan Lempar ke Massa Buruh di May Day 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:45 WIB

Roby Casino Mobile: Vincite Veloci e Gioco Rapido

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:05 WIB

Aviator – Het Snelle Crash Spel dat Je Alert Houdt

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:56 WIB

Magius Casino – Quick‑Fire Gaming voor de Snel‑Paced Speler

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:33 WIB

InstaSpin Casino: Quick‑Fire Slots & Rapid Wins voor de Moderne Speler

Berita Terbaru