Peneliti Ungkap Banyak Remaja di Dunia Konsumsi Obat Penurun BB Berbahaya Untuk Kesehatan

- Jurnalis

Sabtu, 13 Januari 2024 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pil Penurun BB (Sumber: Freepik)

Pil Penurun BB (Sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Saat ini banyak remaja yang rela melakukan apapun demi tampil sesuai yang mereka idamkan, bahkan sampai harus membahayakan kondisi kesehatan mereka.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak-anak muda berusia sekitar 10-19 tahun mengonsumsi produk obat penurun berat badan demi terlihat ideal.

Penelitian di Australia membuktikan bahwa produk penurun berat badan lebih sering digunakan oleh remaja perempuan daripada laki-laki.
Peneliti juga mengatakan bahwa penggunaan obat penurun berat badan dalam jangka waktu panjang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

“Tingginya prevalensi masalah makan dan berat badan selama masa kanak-kanak dan remaja merupakan keprihatinan besar, terutama karena usia ini mencakup periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat,” kata para peneliti.

“Gangguan makan dan perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan masalah psikososial negatif. Selain itu, perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik yang negatif,” sambungnya melansir Daily Mail.

Menurut hasil survei, produk penurun berat badan digunakan tanpa resep dokter bagi remaja paling rendah di Australia yakni sebesar 1,6 persen dan paling tertinggi di Amerika Serikat yakni sebesar 6,1 persen.

Produk penurun berat badan yang paling banyak dikonsumsi untuk kalangan remaja perempuan adalah pil diet, obat pencahar, dan diuretik.
Akan tetapi, obat-obatan tersebut dapat memicu dampak berbahaya. Bahkan produk tersebut belum diakui oleh Food and Drug Administration, oleh karena itu kandungannya belum diketahui pasti apa saja yang ada di dalam obat tersebut.

Dalam setahun belakangan, ada lusinan merk obat yang ditarik dari peredarannya sebab dikhawatirkan dapat memicu risiko kanker dan pencemaran bahan beracun.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Modal Murah Hasil Mewah! Intip 7 Kegunaan Aloe Vera Pontianak untuk Kecantikan Wajah
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Jumat, 3 April 2026 - 18:24 WIB

Modal Murah Hasil Mewah! Intip 7 Kegunaan Aloe Vera Pontianak untuk Kecantikan Wajah

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Nasional

KPK Panggil Staf Ahli Menhub soal Kasus Korupsi DJKA

Senin, 4 Mei 2026 - 20:58 WIB

Wabup Murung Raya dorong UMKM Lebih Kompetitif

Berita

Wabup Rahmanto Dorong UMKM Lebih Kompetitif

Senin, 4 Mei 2026 - 18:28 WIB