Uang Korupsi Sebesar Rp. 1 Miliar Digunakan Eddy Hiariej untuk Kampanye Pencalonan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 8 Desember 2023 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Wamenkumham Eddy Hiariej ditetapkan sebagai tersangka (sumber: suara.com)

Eks Wamenkumham Eddy Hiariej ditetapkan sebagai tersangka (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Eddy Hiariej, eks Wamenkumham telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerima suap dan gratifikasi oleh KPK. Eddy diduga menerima Rp. 8 miliar dari Helmut Hermawan, Dirut PT Cirta Lampia Mandiri (CLM).

Sebesar Rp. 1 miliar diantara nilai uang korupsi yang didapatkan Eddy, diduga dialokasikannya untuk dana pencalonan sebagai Ketua Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti).

“HH (Helmut) kembali memberikan uang sejumlah sekitar Rp 1 Miliar untuk keperluan pribadi EOSH (Eddy) maju dalam pencalonan Ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Baca Juga :  Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Helmut Hermawaran memberikan uang sebesar Rp. 1 miliar kepada eks Wamenkumham itu karena telah membantunya membukakan blokir PT Cirta Lampia Mandiri di Kemenkumham, karena sengketa kepemilikian yang terjadi.

Kemudian, Eddy kembali mendapatkan Rp. 4 miliar untuk dapat membantu sengketa kepemilikan PT. Cirta Lampia Mandiri. Selain itu, Helmut Hermawan juga dijanjikan oleh Eddy untuk menghentikan perkaranya di Bareskrim Polri dengan pemberian Rp. 3 miliar.

Dalam perkara ini empat orang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, yakni Helmut Hermawan selaku pemberi suap dan gratifikasi, Eddy Hiariej dan dua anak buah Eddy, Yogi Ari Rukman dan Yosi Andika sebagai penerima.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Helmut Hermawan ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) KPK untuk proses penyelidikan lebih lanjut, terhitung sejak 7 hingga 26 Desember 2023. Sementara Eddy Hiariej beserta dua anak buahnya akan segera dipanggil KPK untuk dilakukan penahanan.

Akibat perbuatannya, Helmut sebagai pemberi suap dan gratifikasi dijerat dengan Pasal l 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru