IDAI Berbagi Cara Pencegahan Stunting, Simak Penjelasannya

- Jurnalis

Sabtu, 12 November 2022 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stunting (Freepik.com)

Ilustrasi stunting (Freepik.com)

1TULAH.COM- Stunting merupakan gagal tumbuh yang yang dialami anak akibat faktor zat gizi tidak cukup dalam jangka waktu lama. Kondisi itu mengakibatkan anak bertubuh pendek dan kemampuan intelektual rendah.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K)., mengatakan bahwa 1 dari 4 anak Indonesia, atau 24 persen, dilaporkan mengalami stunting.

“Stunting itu gampangnya kondisi perawakan pendek akibat faktor nutrisi atau infeksi kronik,” kata dokter Piprim dalam konferensi pers virtual bersama Primaku, Kamis (10/11/2022).

Kenapa stunting bisa terjadi dan bagaimana cara mencegahnya?
Akar masalahnya adalah di tubuh anak itu ada saklar pertumbuhan yang disebut dengan mTOR-C. Kalau mTOR-C dihidupkan maka pertumbuhan tulang, pertumbuhan otot, pertumbuhan saraf, pertumbuhan usus, pertumbuhan darah, juga pembesaran organ akan tumbuh. Anak jadi tinggi, cerdas, dan lain-lain. Organnya juga jadi optimal.

Fungsinya mTOR-C itu dipicu cukupnya kadar asam amino esensial di dalam tubuh anak. Pada anak-anak stunting, kadar asam amino esensial itu sangat rendah. Asam amino esensial didapat dari protein hewani.

Baca Juga :  Danantara Mulai Benahi Warisan Masalah BUMN, Dari Utang KCIC Hingga PT Pos

Poblemnya, di Indonesia itu orang tua kasih anaknya asal kenyang. Nasi satu piring mentung, menunya perkedel kentang, mie instan, minumnya kental manis atau susu coklat gulanya 20 persen. Jadi karbo, karbo, gula. Proteinnya enggak ada sama sekali. Bukan kalorinya yang kurang, tapi proteinnya yang kurang. Ini berdasarkan laporan dari satgas stunting di lapangan seperti itu.

Lalu bagaimana cara cegah stunting tersebut?

Kita harus merujuk ke akar masalahnya. Jadi pertama kali dilakukan pemantauan begitu sudah mulai ada penyimpangan. Sebelum terjadi penyimpangan sebetulnya mesti kita intervensi dengan optimal. Kalau masih awal itu meningkatkan kecukupan protein hewani. Stunting terjadi selama seribu hari pertama kehidupan anak.

Kita sangat concern dengan itu karena ini fase emas atau golden period dari pertumbuhan anak, khususnya pertumbuhan otak. Jadi kalau terjadi gangguan pertumbuhan di fase ini mungkin nanti tinggi badannya bisa menyusul, tetapi kecerdasannya dan aspek lain itu bisa jadi tidak terkejar. Oleh karena itu sejak lahir usahakan anak terpantau ketat jangan sampai ada penyimpangan dari kurva pertumbuhan maupun perkembangan. Jadi jangan sampai menunggu stunting.

Baca Juga :  Heriyus: Kedekatan Gubernur dengan Pelajar Jadi Motivasi bagi Generasi Muda

Apa makanan yang baik untuk cegah anak stunting?

Protein hewani itu yang paling banyak mengandung asam amino esensial. Selain itu, pada protein hewani juga sudah dilengkapi dengan lemak. Pilihannya bisa pada ikan kembung untuk harga yang lebih terjangkau daripada ikan salmon.

Punya pertanyaan seputar kesehatan, diet, hingga urusan ranjang? Suara.com bisa membantu Anda menemukan jawabannya. Tulis pertanyaan Anda di kolom komentar, untuk bisa dijawab oleh pakar. (suara.com)

Berita Terkait

Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung
Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas
37 Ribu Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, Pengelola SPPG Bisa Terancam Jerat Pidana
Bukan Cuma Air Bersih, Ini Deretan Risiko Krisis Jika El Niño 2026 Tak Diantisipasi
Berantas Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Prabowo Alihkan Dana untuk Riset dan Sekolah
Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Menuai Penolakan, Komisi XI DPR Ingatkan Kondisi APBN
Polri Selidiki Penyebaran Video Hoaks Aksi Demonstrasi di Media Sosial
Polisi Usut Kasus Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Bukan Cuma Air Bersih, Ini Deretan Risiko Krisis Jika El Niño 2026 Tak Diantisipasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Berantas Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Prabowo Alihkan Dana untuk Riset dan Sekolah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Menuai Penolakan, Komisi XI DPR Ingatkan Kondisi APBN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Polri Selidiki Penyebaran Video Hoaks Aksi Demonstrasi di Media Sosial

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Polisi Usut Kasus Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pemkab Mura Perkuat Sinergi dengan BKKBN untuk Pembangunan Keluarga Berkualitas

Berita Terbaru