Tragis, Satu Keluarga di Lampung Dibunuh, Ternyata Ini Motif dan Pelakunya

- Jurnalis

Kamis, 6 Oktober 2022 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menggelar jumpa pers menjelaskan kasus pembunuhan satu keluarga di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kamis (6/10/2022). (suara.com)

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menggelar jumpa pers menjelaskan kasus pembunuhan satu keluarga di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kamis (6/10/2022). (suara.com)

1TULAH.COM – Sempat dikabarkan hilang setahun yang lalu, ternyata satu keluarga dibunuh.

Tragisnya lagi, para korban ini usai dibunuh dicor di dalam septic tank oleh para pelaku. Pihak kepolisian memastikan mereka merupakan korban pembunuhan.

Penemuan mayat satu keluarga di dalam septic tank sebelumnya membuat heboh warga Desa Marga Jaya, Kecamatan Negera Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Dari keterangan pihak berwajib, para korban yang ditemukan tewas ada lima orang. Dari empat korban itu dibenam lalu dicor dalam septic tank. Sedangkan satu lainnya ditemukan terkubur di kebun singkong.

Berikut fakta-fakta kronologi penemuan jasad keluarga yang dibuang ke septic tank berikut ini.

Motif Pembunuhan Gegara Rebutan Warisan

Adapun identitas para korban yakni Zainudin selaku kepala keluarga (Ayah), Siti Romlah (ibu), Wawan (anak), Juwanda (adik) dan seorang lagi anak perempuan umur 5 tahun.

Dalam kasus ini ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga tersebut. Polisi mengungkap motif pembunuhan keluarga yang telah hilang selama setahun itu adalah karena rebutan harta warisan.

Dua orang yang diduga pelaku pembunuhan satu keluarga itu adalah Dicky Wahyudi (17) dan Erwinudin (38). Kedua pelaku ini merupakan ayah dan anaknya yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tetapkan Renja 2027 dan Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna ke-8

“Kedua tersangka ini merupakan ayah dan anaknya kandung. Para korban ini adalah saudara tiri dari ayah serta kakek dari pada pelaku,” kata Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, pada Kamis (6/10/2022).

lanjutnya, dalam kasus pembunuhan ini total ada lima korban. Disebutkan bahwa empat korban ditemukan di dalam septic tank, sementara satu lainnya ditemukan di kebun singkong.

Diungkap polisi, pelaku Erwin seorang diri membunuh empat korban pertama. Ia membunuh tiga korban tersebut dengan kapak dan keponakannya dicekik hingga tewas. Mayat para korban lalu dimasukkan ke dalam septic tank.

“Erwin pelaku tunggal dalam pembunuhan empat korban lainnya yang berstatus ayah kandung, ibu tiri, kakak kandung serta keponakannya,” ungkap Teddy.

“Kemudian keempat korban dibuang ke sumur yang sudah digunakan sebagai septic tank yang berada di belakang rumahnya, dan oleh pelaku langsung ditutup dan dicor menggunakan semen,” tambahnya.
Sementara itu korban terakhir yang ditemukan di kebun singkong, pelakunya adalah Dicki, anak Erwin.

Berawal dari Laporan Orang Hilang

Teddy Rachesna mengatakan pengungkapan kasus ini bermula saat polisi mendapat laporan orang hilang pada 1 Juli 2022 lalu. Korban terakhir yang disebut yakni Juwanda yang sudah hilang kabar sejak 24 Februari 2022, namun baru dilaporkan beberapa bulan kemudian.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat

Polsek Negara Batin lalu melakukan penyelidikan dan mencurigai satu orang pelaku. Salah satu yang diperiksa polisi saat itu adalah Dicki.

“Dugaan petugas benar setelah melakukan interogasi berdasarkan pengakuan pelaku Dicki Wahyu, bahwa yang bersangkutan bersama Erwinudin yang merupakan ayah kandungnya telah mengakui perbuatannya ikut terlibat dalam pembunuhan terhadap Juwanda yang di mana korban merupakan adik tiri dari Dicki,” tutur Teddy.

Dari keterangan Dicky, Juwanda dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika korban sedang tidur di dalam rumah.

“Setelah korban tak berdaya lehernya diikat dengan tali lalu diseret ke dapur, sampai di dapur korban sudah tidak bernyawa lalu korban diangkut menggunakan mobil pikap dibawa ke areal kebun singkong dan dikubur oleh pelaku,” ujar Teddy.

Polisi lalu menelusuri empat korban tersebut yang ditemukan di dalam septic tank. Erwin dan Dicky pun akhirnya mengaku sebagai pembunuh satu keluarga tersebut. (suara.com)

Berita Terkait

Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga
Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang
Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Libas Thailand di SUGBK
Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat
Bukan Cuma Pidana, Perusahaan Karhutla Kini Wajib Tanggung Biaya Pemulihan Lahan
Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya
Polisi Tetapkan Tersangka dan Tahan Nahkoda KM Virgo Transport 8, Keterlibatan Pemilik Kapal Kini Didalami!
Sidak Pasar Buntok, DKUKMPP Barsel Temukan Dua Merek Beras Diduga Tak Memenuhi Standar

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Bukan Cuma Pidana, Perusahaan Karhutla Kini Wajib Tanggung Biaya Pemulihan Lahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka dan Tahan Nahkoda KM Virgo Transport 8, Keterlibatan Pemilik Kapal Kini Didalami!

Rabu, 30 September 2026 - 16:04 WIB

Sidak Pasar Buntok, DKUKMPP Barsel Temukan Dua Merek Beras Diduga Tak Memenuhi Standar

Rabu, 30 September 2026 - 14:05 WIB

DPRD Kalteng Tetapkan Renja 2027 dan Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna ke-8

Berita Terbaru

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., bertindak sebagai inspektur upacara pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Seruyan, Kamis (1/10/2026).

Seruyan

Nilai Pancasila Tidak Sekadar Menjadi Seremonial

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:17 WIB