Geger, Pasutri di Palangka Raya Ditemukan Tewas Mengenaskan

- Jurnalis

Sabtu, 24 September 2022 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personil polisi dari Polresta Palangka Raya, saat memasang police line di TKP, Sabtu, 24 September 2022. Foto.Ingkit/1tulah

Personil polisi dari Polresta Palangka Raya, saat memasang police line di TKP, Sabtu, 24 September 2022. Foto.Ingkit/1tulah

1tulah.com, PALANGKA RAYA– Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dibuat geger.

Pasangan suami istri (pasutri), ahmad Yendianor (46) dan Fatnawati (45), ditemukan tewas bersimbah darah, dengan banyak ditemukan luka di sekujur.

Pasutri ini meregang ditemukan tewas, di rumahnya, Jalan Cempaka, Gang Kamboja, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya pada jumat, 24 September 2022 malam, sekira pukul 23.00 WIB.

Pasutri ini diduga kuat korban pembunuhan.

Kapolresta Palangkaraya Kombes Budi Santosa di konfirmasi saat berada lokasi, menduga, tewasnya pasangan suami istri itu karena dibunuh.

Baca Juga :  Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

“Korban meninggal dunia kemungkinan besar adanya tindak pidana pembunuhan,” kata Kapolresta ketika ditemui di lokasi kejadian, Sabtu, 24 September 2022, pagi.

Saat ditemukan, kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, di dalam kamar rumahnya.

Dikatakan Kapolresta, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku.

Lagi sambung Kapolrestas, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa orang saksi.  Salah satunya anak perempuan korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

“Hasil dari olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berada di kamar tidur korban. sedang senjata tajam milik terduga pelaku pembunuhan, tidak ditemukan. Kemungkinan di bawa kabur pelaku,” kata Kombes Bubdi Santosa.

Baca Juga :  Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Bantah Tudingan Penyadapan Presiden Prabowo, Ancam Somasi 3x24 Jam

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kedua korban ditemukan di kamar berbeda. Penemuan mayat pasutri ini membuat keluarganya shock dan histeris. Keluarga lain berusaha menenangkan.

“Kami meski rumah berdekatan tidak mendengar suara apapun saat kejadian,” kata tetangga korban mengaku bernama Edy.

Anak korban diperkirakan melihat kejadian ini dan sudah melapor ke ketua RT setempat.(Ingkit)

Berita Terkait

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Bantah Tudingan Penyadapan Presiden Prabowo, Ancam Somasi 3×24 Jam
Prestasi Membanggakan, Kalimantan Tengah Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026
Pemprov Kalteng Ajak Generasi Muda Bangga Produk Indonesia, Perkuat Kemandirian Ekonomi
Mengenal Sistem LIMS, Teknologi Sadap Telekomunikasi di Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan
Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan
Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:09 WIB

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Bantah Tudingan Penyadapan Presiden Prabowo, Ancam Somasi 3×24 Jam

Sabtu, 7 November 2026 - 13:34 WIB

Prestasi Membanggakan, Kalimantan Tengah Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 13:11 WIB

Pemprov Kalteng Ajak Generasi Muda Bangga Produk Indonesia, Perkuat Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 7 November 2026 - 07:30 WIB

Mengenal Sistem LIMS, Teknologi Sadap Telekomunikasi di Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 16:39 WIB

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 November 2026 - 14:22 WIB

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak

Berita Terbaru