1TULAH.COM, PURUK CAHU– Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya (Mura) Lynda Kristiane menghadiri kegiatan rekonsiliasi stunting tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (13/9/2022).
Kegiatan rekonsiliasi stunting dibuka oleh Sekda Provinsi Kalteng yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Suhaemi.
Rekonsiliasi stunting tingkat Provinsi Kalteng ini diinisiasi oleh BKKBN Kalteng selaku Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalteng agar seluruh elemen dalam struktur TPPS serta mitra terkait lain di luar TPPS, dapat memahami tugas, tanggung jawabnya dan kemudian dapat saling bersinergi, menyamakan persepsi, mengolaborasikan berbagai program serta kegiatan pada bidang masing-masing, terutama berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di Kalteng.
Lynda Kristiane Perdie yang juga Ketua TP-PKK Mura saat menjadi narasumber di acara rekonsiliasi stunting tersebut mengatakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) adalah gerakan aksi gotong royong mitra Perusahaan, Pemerintah, Swasta dan masyarakat serta individu dalam mengatasi stunting dalam bentuk pemberian bantuan dalam rangka menurunkan kasus anak stunting di Indonesia.
Mewakili ketua TPPS Mura yang juga Wakil Bupati Mura Rejikinoor, Lynda memaparkan strategi pelaksanaan BAAS yaitu pemetaan sasaran, penggalangan calon bapak asuh, menyiapkan pendukung kegiatan, pengumpulan donasi, penyaluran donasi, distribusi manfaat, monitoring dan evaluasi serta pelaporan.
“Pentingnya distribusi manfaat berupa makan bergizi berimbang kepada balita sasaran oleh kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), penyaluran makanan dilakukan setiap hari minimal 2x sesuai ukuran kebutuhan, kader juga bertugas untuk memastikan bahwa makanan benar-benar dikonsumsi dengan baik,” kata Lynda istri Bupati Mura.
Dengan adanya BAAS, lanjut Lynda, memudahkan mitra dalam memberikan donasi dan dukungan langsung maupun tidak langsung kepada anak stunting secara terorganisir, dalam upaya percepatan penulisan stunting di Indonesia.
Tujuannya, kata dia, untuk meningkatkan kepedulian pemerintah perusahaan swasta dan masyarakat individu, dalam mengentaskan kasus stunting dan meningkatkan semangat gotong royong masyarakat untuk mau membahu dan bergandeng tangan dalam mengentaskan stunting.
“Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pengelolaan donasi dan pemberian bantuan kepada keluarga tidak mampu atau sejahtera dengan anak baduta/balita stunting,” tukasnya. (*)



![Jennie Blackpink [Instagram/@golden_disc]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/jenie-black-360x200.jpg)

![Pandji Pragiwaksono dilaporkan Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah karena dianggap telah membuat konten lawak yang meresahkan dan membuat gaduh. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/pandji-mensrea-360x200.jpg)

![Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/ponakan-prabowo-225x129.jpg)


![Serpihan diduga milik Pesawat ATR 400. [Dok. Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/serpihan-225x129.jpg)
![Momen viral GKR Timoer menginterupsi saat Kemenbud Serahkan SK Tedjowulan Plt Keraton Solo [Ist]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/kraton-solo-225x129.jpg)

![Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/ponakan-prabowo-360x200.jpg)









