Terseret Arus Pemancing Tewas Tenggelam 

- Jurnalis

Sabtu, 2 April 2022 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga tenggelam di pantai Situbondo (suara.com)

Ilustrasi warga tenggelam di pantai Situbondo (suara.com)

1tulah.com – Malang bagi Eko (30), berniat memancing ia tewas tenggelam

di Pantai Ketapang Indah, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (1/4/2022).

Kronologis insiden tenggelam menewaskan Eko menurut saksi Yudi (33) warga Lesong, Desa Sumberejo, saat itu ia melihat korban berjalan sejauh 25 meter dari bibir sungai. Beberapa menit kemudian terdengar teriakan meminta tolong.

“Saat saya bersama satu teman sedang duduk duduk ditepi pantai sebelum memancing, melihat korban berjalan kaki ke tengah laut, yang berjarak sekitar 25 meter dari bibir pantai. Selang beberapa detik kemudian, saya mendengar korban berteriak minta tolong,” ujarnya dikutip dari Suarajatimpost.com (jaringan suara.com) Jumat.

Yudi bersama temannya Tirto (32) memutuskan untuk mengecek sumber suara meminta pertolongan tersebut.

“Bersama teman, saya bergegas mencebur kelaut dan berupaya menyelamatkan korban. Karena arus laut yang sangat deras sehingga korban berhasil saya tolong, tapi sudah dalam keadaan tak bernyawa. Kemudian korban saya bawa ke pinggir pantai dan dilaporkan oleh warga ke Polsek Banyuputih,” ujarnya.

Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Petugas Polsek Banyuputih yang tiba langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.

“Korban langsung di evakuasi ke rumah sakit Asembagus oleh polisi dengan menggunakan mobil patroli polisi,”ujarnya.

Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto membenarkan, selain mengevakuasi korban ke RSU Asembagus, petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Diduga korban tidak bisa berenang saat mancing di pesisir pantai perairan Ketapang indah.

“Dari hasil pemeriksaan luar tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga tidak bisa berenang saat arus air laut deras sehingga terseret dan tenggelam,” kata Heru.

Baca Juga :  Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Heru menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi di TKP, korban memancing di pesisir pantai tersebut di kedalaman setinggi dada.

Diduga saat menceburkan diri dengan berjalan kaki dari pinggir pantai hingga ke tengah korban melewati palung laut dengan arus yang deras. Sehingga korban tenggelam dan meninggal dunia dilokasi,” jelas Heru.

Keluarga korban, sambung Heru, menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima atas kematian korban.

“Keluarga korban sudah membuat surat penyataan dan menerima atas musibah yang menimpa salah satu anggota kelurganya. Jenazah korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarganya, untuk dimakamkan di kampung halamannya,” ujarnya

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu berhati hati saat melaut.

Sumber : suara.com/SuaraMalang.id

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Bupati Shalahuddin dan Wabup Felix Kunjungi Montallat, Pantau Infrastruktur serta Salurkan Bantuan
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Karhutla Mengancam TNTP, Bupati Seruyan dan TNI Turun Langsung ke Titik Api
Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Pulang Pisau
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Pulang Pisau

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Bupati Shalahuddin dan Wabup Felix Kunjungi Montallat, Pantau Infrastruktur serta Salurkan Bantuan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Karhutla Mengancam TNTP, Bupati Seruyan dan TNI Turun Langsung ke Titik Api

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Pulang Pisau

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Pulang Pisau

Berita Terbaru