1tulah.com, MUARA TEWEH– Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah akhirnya meresmikan penggunaan jembatan penyebrangan Muara Teweh-Jingah, Kamis (2/12/2021). Tidak itu saja jembatan senilai Rp 104,7 miliar itupun diberi nama Pangulu Iban.
Jembatan yang membentang di Sungai barito itu dibangun sejak tahun 2015. Sumber dana berasal dari APBD Barito Utara dan APBD Provinsi Kalteng. Sedangkan Pangulu (penghulu) diambil dari tokoh masyarakat dari Juking Hara, Kelurahan Jambu.
Bupati Barito Utara Nadalsyah dalam sambutannya usai peresmian menyampaikan, terima kasih kepada kepada DPRD Kabupaten Barito Utara yang telah mendukung dalam penganggaran pembangunan jembatan, sekaligus pemberian nama.
“Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelesaian pembangunan jembatan yang diberi nama Jembatan Pangulu Iban,” ujar Nadalsyah di lansir dari Facebook Humas Barut, Kamis (2/12/2021).
Dia berharap, Jembatan Pangulu Iban nantinya mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat, dimana akses jembatan adalah salah satu aspek yang memangkas jarak tempuh dari Muara Teweh-Jingah dan Jambu.
“Masyarakat Jingah-Jambu akan lebih dekat ke kota Muara Teweh untuk melakukan kegiatan perekonomian dan lainnya dengan memangkas jarak 12 kilometer apabila melewati jalan terdahulu,” jelasnya sembari meminta semua pihak dapat menjaga jembatan yang juga merupakan ikon Barito Utara.(Tim Redaksi)