Warga Teweh Timur Larang PT BEK Beroperasi di Lokasi Tinum Karebe

- Jurnalis

Kamis, 11 Februari 2021 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, MUARA TEWEH– Pewaris Tertinggi Kelompok Keturunan Likup di Kecamatan Teweh Timur, Barito Utara, melarang PT Bharinto Ekatama (BEK) menggarap lokasi Tinum Karebe. Pewaris merasa dipermainkan oleh perusahaan tambang tersebut.

Pewaris Tertinggi Kelompok Keturunan Likup, Lagamsyah, Rabu (10/2) pagi, mengungkapkan dirinya diundang manajemen PT BEK pemegang konsesi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

“Saya diundang ke Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat untuk mediasi Jumat (29/01). Dalam pertemuan mediasi tersebut, PT BEK diwakili oleh Hirung, Suriadi, dan Wahyu menyatakan siap mengakomodir permintaan masyarakat,” kata Lagamsyah kepada wartawan.

Baca Juga :  Krisis Karhutla Melanda Papua Tengah: 512 Titik Panas Terdeteksi, Bandara Lumpuh hingga RSUD Terancam

Ternyata. janji tersebut tak ditepati manajemen PT BEK. Terutama soal memberikan dana “Nyanggar” atau Pelas Hutan.

“Saya kuatir pertemuan tersebut hanya untuk mengulur waktu saja. Dan pihak perusahaan tetap menggunakan “strategi 946″ yaitu menggarap lahan terlebih dahulu tanpa dibayar ganti rugi kepada masyarakat,” ungkap Lagamsyah.

Pewaris Tertinggi Keturunan Likup memperingatkan kepada PT BEK, agar tak menggarap lokasi Tinum Karebe di-SK 704 sebelum Palas Hutan.

Baca Juga :  KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Eksternal Manajer PT BEK Hirung, ketika diminta konfirmasi melalui pesan platform WhatsApp, Rabu siang dan telepon, Kamis (11/2) pagi, tak menjawab pertanyaan.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Barito Utara Jonio Suharto, saat dimintai tanggapan, Kamis, meminta waktu untuk mempelajari masalah tersebut. “Tunggu saya pelajari dulu, saya masih OTW ke Palangka Raya,” jawab Jonio kepada media ini.(eni)

Berita Terkait

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!
Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan
Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit
KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah
KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed
KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi
Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:10 WIB

KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:09 WIB

KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

Berita Terbaru