Ratusan Warga Kelurahan Melayu Batal Terima BLT Gubernur

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2020 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah. Com,  MUARA TEWEH-Kacau balaunya data penerima bantuan langsung tunai(BLT) Provinsi Kalimantan Tengah tidak saja dialami oleh warga kelurahan lanjas. Penerima BLT dari Ggubernur Kalteng itupun juga dirasakn warga Kerlurahan Melayu. Dari 2.939 data yang di usulkan Kelurahan Melayu, hanya terakomodir 2.640 jiwa. Celakanya, dari 2.640 yang seharusnya bisa menerima, ratusan lebih gigit jari tak bisa menerima. Karena nama tak sesuai NIK.

“Ratusan tak bisa disalurkan karena nama mereka tak sesuai NIK. Hal seperti ini juga dialami warga di beberapa kabupaten lain,” ujar Lurah Melayu, Redy menuturkan kepada 1tulah.com,Selasa(26/5/2020).

Baca Juga :  Polres Barito Utara Ditekankan Tingkatkan Profesionalisme dalam Arahan Wakapolda Kalteng

Penyalurannya terhambat, pihaknya kata Redy tidak berani menyalurkan. Warga tentu kecewa karena tak bisa menerima BLT. “Kami tidak tau dimana permasalahannya, bisa jadi input di Provinsi. kalau dari pendataan kami sudah benar, melalui RT, diteruskan ke kelurahan lalu diserahkan data nya ke dinas SosialPMD,” beber Redy.

Disinggung terkait keluhan warga banyak BLT tak tepat sasaran, dirinya menjelaskan, penentu dan penilai ada di tangan RT. Pihak kelurahan hanya menyortir, pensiunan, pegwai MUMD/MUMN atau ASN. Karena mereka memang tak berhak menerima BLT,” terang Redy lagi.

Baca Juga :  Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Sebelumnya diberitakan, penerima BLT di Kelurahan Lanjas juga bermasalah. Dari ribuan yang diusulkan hanya 28 jiwa terakomodir. Sementara itu, warga di kelurahan Jambu juga melakukan aksi unjuk rasa terkait belum menerima nya BLT dari pemerintah provinsi. Sementara dari kelurahan lain, seperti di  Kelurahan di Lahei dan Kelurahan Montallat belum terdengar laporan. yang pasti di kelurahan-kelurahan itu, warga nya juga belum mendapatkan BLT dari pemerintah provinsi yangh dibayarkan per jiwa sebesar Rp 500 ribu.(eni)

 

Berita Terkait

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres
Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6
PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025
Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026
Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas
Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat
Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:42 WIB

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Jumat, 17 April 2026 - 12:12 WIB

PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026

Kamis, 16 April 2026 - 17:51 WIB

Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat

Rabu, 15 April 2026 - 16:54 WIB

Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terbaru