1tulah.com,MUARA TEWEH– Di karantina nya 31 tenaga medis(nakes) RSUD Muara Teweh mengundang simpati dan keprihatinan banyak orang. Bagaimana tidak, selain berpisah dengan suami, ada salah perawat(nakes,red) yang harus rela berpisah dengan anak nya yang baru berumur satu tahun lebih. Puluhan nakes ini ditenggarai sudah pernah bersentuhan langsung dengan salahl pasien yang dirawat terpapar covid-19. Mereka kini di isolasi dan menempati sejumlah kamar di rumah susun sederhana(Rusunawa).
“Ada satu perawat yang mesti rela berpisah dengan anak nya yang baru berumur satu tahun. Ia tak mau ambil resiko anaknya terjangkit. Mau tidak mau ia mengajarkan suami nya untuk memberi susu dengan botol(dot),” ujar Agung, salah ASN di RSUD Muara Teweh menuturkan kepada 1tulah.com,Kamis(14/5/2020).
Sementara itu, Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Setidjowati menceritakan, pasien MA, masuk rumah sakit hari minggu tanggal 10 Mei 2020. Diagnosa awal ia tidak mengeluh pada batuk dan sesak nafas. Riwayat perjalananpun dia hanya mengatakan dari Dermaga. Dan keluhannya hanya pada masalah diare.
Karenanya, pasien lalu di rujuk ke IGD biasa dan menempati kamar Tulip bersama dua pasien lain di lantai IV. Dua hari berjalan, kondisi pasien belum membaik. Malah di hari ketiga itu dia bercerita kakaknya meninggal mendadak. Ia juga mengaku memiliki riwayat bepergian hingga ke Km 32 berjualan, dan baru hari ini bercerita perjalanannya hinga sampai km 52.
“Karena pasien baru mengaku setelah dirawat tiga hari,Kami langsung melakukan rapitest dan hasilnya reaktif,” ujar Dwi Agus.
Mengetahui hasil itu, lift lantai empat langsung kami kunci, dan beberapa pasien di lantai itu dipindahkan. Khusus dua pasien yang sekamar dengan MA, yaitu pasien T dan A, juga harus menjalani isolasi khusus. Meskipun hasil dari rapites keduanya non reaktif.
Semua tenaga medis, terutama yang pernah bersentuhan dengan pasien MA, seperti perawat di IGD, radiologi, rekam medik di lakukan rapites juga. “Kami ucapk syukur karena tenaga medis kami hasil rapites non reaktif. Tetapi mereka harus menjalani karantina dan isolasi selama 14 hari,” kata Dirut RSUD Muara Teweh ini.
Selain 31 nakes menjalni repitest dan isolasi, sebanyak 12 orang yang pernah menjalin kontak erat dengan pasien juga di diminta menjalani rapitest. Dari 12 orang itu, satu diantarnya menunjukkan hasil reaktif, yaitu istri dari pasien MA. “Sudah juga kita isolasi di ruang khusus istrinya,” tutup Dwi Agus Setdijowati.(eni)




![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)

















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



