1tulah.com,MUARA TEWEH-Lapangan pekerjaan sudah sulit, kini ditambah lagi dengan di PHK nya ribuan tenaga kerja. jadilah pengangguran di Barito Utara, Kalimantan Tengah semakin banyak. Fakta baru yang tersiar, dua perusahaan tambang yang beroperasi di daerah ini, mem PHK ribuan tenaga kerja nya.
Pemutusan kerja ini, memang tidak ujyuk-ujuk. Diawali dengna merumahkan karyawa nya. lantaran kondisi operasional dan produksi yang semakin sulit. Apa daya keputusan akhir dilakukan.
PHK yang dilakukan dua perusahaan itu sejak akhir tahun 2019 sampai Maret 2020. Kedua perusahaan itu adalah PT KTC dan PT Buma yang merupakan kontraktor PT Pada Idi.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Nakertranskop dan UK Kabupaten Barut, Aritonang, kepada 1tulah.com, baru-baru lalu mengatakan, adanya PHK ribuan karyawan di PT KTC dan PT Buma, kontraktor PT Pada Idi, lantaran terkendala produksi.
Dikatakannya, PT KTC mengurangi karyawan karena kesulitan menjual batubara. Karyawan yang di PHK yang bekerja di site Pangkoh, Lemo, dan Pendreh.
Sedangkan PT Buma kontraktor PT Pada Idi di Luwe terpaksa mengurangi karyawan, lantaran masalah pembebasan lahan tidak beres-beres. “jadi benar saja ada ribuan jika dijumlahkan PHK dari dua perusahaan itu. “Kalau situasi sudah membaik dan kondisi air Sungai Barito normal, dan harga batubara membaik, dua perusahaan tersebut kemungkinan merekrut kembali karyawan mereka,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Bagaimana Disnaker menyikapi tingginya PHK dan sulit nya lapangan pekerjaan, Aritonang menambahkan, pihaknya giat melakukan pelatihan-pelatihan, meski anggaran minim. (eni)




![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)

















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



