Alamak! Pengangguran Semakin Banyak di Muara Teweh. Dua Perusahaan Pertambangan PHK Ribuan Pekerjanya

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2020 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com,MUARA TEWEH-Lapangan pekerjaan sudah sulit, kini ditambah lagi dengan di PHK nya ribuan tenaga kerja. jadilah pengangguran di Barito Utara, Kalimantan Tengah semakin banyak. Fakta baru yang tersiar, dua perusahaan tambang yang beroperasi di daerah ini, mem PHK ribuan tenaga kerja nya.

Pemutusan kerja ini, memang tidak ujyuk-ujuk. Diawali dengna merumahkan karyawa nya. lantaran kondisi operasional dan produksi yang semakin sulit. Apa daya keputusan akhir dilakukan.

PHK yang dilakukan dua perusahaan itu sejak akhir tahun 2019 sampai Maret 2020. Kedua perusahaan itu adalah PT KTC dan PT Buma yang merupakan kontraktor PT Pada Idi.

Baca Juga :  Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Nakertranskop dan UK Kabupaten Barut,  Aritonang, kepada 1tulah.com, baru-baru lalu mengatakan, adanya PHK ribuan karyawan di PT KTC dan PT Buma, kontraktor PT Pada Idi, lantaran terkendala produksi.

Dikatakannya, PT KTC mengurangi karyawan karena kesulitan menjual batubara. Karyawan yang di PHK yang bekerja di site Pangkoh, Lemo, dan Pendreh.

Baca Juga :  Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah

Sedangkan PT Buma kontraktor PT Pada Idi di Luwe terpaksa mengurangi  karyawan, lantaran masalah pembebasan lahan tidak beres-beres. “jadi benar saja ada ribuan jika dijumlahkan PHK dari dua perusahaan itu. “Kalau situasi sudah membaik dan kondisi air Sungai Barito normal, dan harga batubara membaik, dua perusahaan tersebut kemungkinan merekrut kembali karyawan mereka,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Bagaimana Disnaker menyikapi tingginya PHK dan sulit nya lapangan pekerjaan, Aritonang menambahkan, pihaknya giat melakukan pelatihan-pelatihan, meski anggaran minim. (eni)

Berita Terkait

Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri
Pengendalian Karhutla Kalteng Diperkuat, Pemadaman Darat dan Udara Terus Dilakukan
DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit
Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak
Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027
Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG
Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Pengendalian Karhutla Kalteng Diperkuat, Pemadaman Darat dan Udara Terus Dilakukan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:22 WIB

DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Berita Terbaru