Pengusaha Dealer Mobil di Muara Teweh Lapor Polisi. Dana Kredit di Tilep Dua Karyawannya Ratusan Juta

- Jurnalis

Rabu, 19 Februari 2020 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com,MUARA TEWEH– Belum hilang geger warga Kota Muara Teweh terkait kasus bobolnya dana Koperasi Credit Union Sumber Rejeki(CUSR) belasan mmiliar oleh 5 karyawannya sendiri. Muncul lagi kasus penggelapan serupa. Kali ini dialami H Salim. Pemilik Dealer mobil bekas dan sepeda motor ini melaporkan dua karyawannya ke polisi yang diduga menilep dana pembayaran kredit.

Dua karyawannya itu adalah, ARINY NURUL. A(24) dan ACI(28). Keduanya diduga menilep dana setoran kredit pelanggan sebesar Rp.185.037.000. Dua pelaku terpaksa mendekam di jeruji Mapolres Barito Utara, Kalimantan Tengah, setelah sang Bos H Salim melaporkan keduanya ke Pihak berwajib, Senin(17/02/2020).

Baca Juga :  APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Kasat Reskrim Polres Batara, AKP Kristanto Situmeang kepada wartawan,Rabu(19/02/2020) mengatakan, kasus penggelapan ini terungkap oleh korban(H.Salim,red) pada tanggal 28 Oktober 2019.

Saat itu, pelapor yang tinggal di Jalan Yetro Sinseng No 90, Rt 06, Kel. Lanjas, Kec. Teweh Tengah melakukan mengecek buku setoran pembayaran kredit kendaraan milik nasabah. Korban kaget dan menemukan  kejanggalan, lantaran uang pemabayaran nasabah dan uang yang disetorkan kepadanya berbeda. Merasa keberatan, dirinya lalu melaporkan kejadian ke Polres Barito Utara. Akibat peristiwa penggelapan tersebut pelapor mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

“Usai menerima laporan kita lakukan penangkapan dan mengamankan dua pelaku di rumahnya masing-masing. Keduanya mengakui perbuatannya menggelapkan uang setoran kredit nasabah,” ujar Kristanto.

Terhadap dua pelaku, lanjut Kristanto disangkakan Pasal 372 KUH Pidana. Sedang barang bukti pihaknya masih melakukan inventarisir. Polisi juga terus melakukan pemeriksaan terhadap dua pelaku guna mengetahui  motif serta modus operandinya. “Kami juga terus melakukan pengembangan, karena tidak menutup kemungkinan tersangka melakukan penggelapan lebih dari 2 orang,”tandasnya.(eni).

 

Berita Terkait

Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla
APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga
KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 00:15 WIB

Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:12 WIB

APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 05:38 WIB

KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kamis, 10 September 2026 - 18:09 WIB

PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Berita Terbaru