1TULAH.COM-Hubungan antara perusahaan dan karyawan sering kali berakhir dengan tidak harmonis.
Karyawan yang merasa pemberhentian oleh pihak perusahaan dianggapnya sangat tidak fair, bisa saja masih menyimpan rasa dendam. Sehingga berbagai rahasia perusahaan yang mereka ketahui bisa menjadi bahan untuk melampiaskan rasa kesalnya tersebut.
Kondisi ini tentunya dapat merugikan pihak perusahaan yang masih harus menjalankan ke berlangsungan perusahaan. Apakah mantan kolega kamu tidak memiliki akses ke data atau sistem perusahaan?
Baru-baru ini, Kaspersky menemukan bahwa hampir setengah dari UMKM yang disurvei, tidak 100 persen yakin bahwa karyawan yang diberhentikan, tidak dapat mengakses data bisnis mereka melalui layanan cloud atau akun perusahaan.
Jika seorang mantan karyawan masih memiliki akses ke layanan perusahaan atau sistem informasi, mereka dapat menyebabkan banyak kerugian bagi mantan rekruter.
UMKM biasanya mengkhawatirkan ancaman yang cukup abu-abu, seperti mantan karyawan yang menggunakan data perusahaan untuk meluncurkan bisnis saingan, atau mengambil pekerjaan dengan pesaing dan mencuri pelanggan perusahaan.
Tetapi dalam hal kerusakan bisnis, ini masih jauh di bawah daftar.Jika mantan karyawan memiliki akses ke database pelanggan berisikan data pribadi, yang dapat mereka lakukan adalah membocorkannya ke domain publik (misalnya, sebagai balas dendam atas pemecatan) atau menjualnya di web gelap.
Sebagai permulaan, itu akan merusak reputasi bisnis perusahaan. Kedua, itu bisa membahayakan pelanggan, yang mungkin mengambil tindakan hukum – jika bukan karena kerusakan, maka alasannya diakibatkan oleh data pribadi yang bocor.
Beberapa masalah bukanlah akibat dari rencana licik para mantan karyawan, atau bahkan kebocoran langsung.
Seorang mantan rekan kerja bahkan mungkin tidak ingat bahwa mereka memiliki akses ke sumber daya perusahaan.
Bahkan, jika kamu benar-benar yakin bahwa perpisahan terjadi secara baik-baik dengan semua rekan kerja, itu bukan berarti kamu keluar dari lingkaran berisiko.
Akses redundan apa pun ke sistem – baik itu lingkungan kolaboratif, email kantor, atau mesin virtual, dapat meningkatkan permukaan serangan.
Bahkan, obrolan sederhana di antara rekan kerja tentang masalah non-pekerjaan dapat digunakan untuk serangan rekayasa sosial. (Sumber: suara.com)

![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)




![Mekanisme gaji PNS jadi sorotan usai Menteri Koperasi mengungkapkan wacana penggajian via koperasi [SUARA.COM/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/gaji-koperasi-225x129.jpg)








![Mekanisme gaji PNS jadi sorotan usai Menteri Koperasi mengungkapkan wacana penggajian via koperasi [SUARA.COM/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/gaji-koperasi-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

