Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto. (Diktisaintek)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto. (Diktisaintek)

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mengkaji secara mendalam rencana penerapan program pendidikan gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kebijakan ini dirancang agar dapat terealisasi dengan cermat, terukur, dan menyesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.

Tim Khusus Dipimpin Menko PMK

Tim lintas kementerian ini bakal dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Anggotanya melibatkan sejumlah instansi strategis, antara lain:

  • Kementerian Sekretariat Negara

  • Kementerian Agama

  • Kementerian Keuangan

  • Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa tim ini bertugas mendetailkan kembali simulasi dan skema pembiayaan.

“Selanjutnya tadi Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaahan lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus dipimpin Pak Menko PMK yang akan mem-breakdown lagi hitungan-hitungan,” ujar Brian usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga :  Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Perusahaan Diduga Dalang Karhutla: Saya Tidak Ragu-Ragu!

Target Kajian Selesai dalam Satu Bulan

Pemerintah menargetkan hasil analisis awal serta skema pelaksanaan yang lebih matang dapat diselesaikan dalam rentang waktu dua minggu hingga satu bulan ke depan.

Tahapan Kajian Detail Target
Waktu pengerjaan 2 minggu hingga 1 bulan
Fokus utama Perhitungan rasional & tahapan pelaksanaan
Output Laporan ke Presiden sebagai dasar kebijakan

Hasil dari tim khusus ini nantinya akan dilaporkan kembali secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto guna menentukan regulasi serta tahapan eksekusi program di lapangan.

Skema Pembiayaan dan Ruang Fiskal APBN

Guna merealisasikan arahan Presiden, pemerintah telah mensimulasikan beberapa skema pembiayaan. Perhitungan dilakukan dengan membedah komponen pendapatan PTN yang ada saat ini, mencakup:

  1. Penerimaan Uang Kuliah Tunggal (UKT)

  2. Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dari jalur mandiri

  3. Pendapatan non-akademik/sumber lain, termasuk subsidi silang dari program pascasarjana ke program sarjana

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

Seluruh perhitungan akan diselaraskan dengan ketersediaan ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan kuliah gratis di PTN dapat berjalan secara berkelanjutan (sustainable) dan tidak memberatkan keuangan negara di masa depan.

Dilaksanakan Bertahap

Meski Kepala Negara meminta program ini dapat disiapkan secepat mungkin, pemerintah memastikan penerapannya bakal ditempuh melalui skema bertahap.

“Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan, namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” tutup Brian. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla
KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla
Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA
KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Jumat, 25 September 2026 - 05:40 WIB

Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 20:17 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 24 September 2026 - 20:16 WIB

Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Berita Terbaru