Puncak Pamor Borneo 2024, Hidupkan Kolaborasi Sinergis Demi Kemajuan Ekonomi Kalsel

- Jurnalis

Senin, 12 Agustus 2024 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak gelaran Pamor Borneo 2024 di Atrium I Duta Mall Banjarmasin, berlangsung meriah, Senin (12/8/2024). Humas BI Kalsel

Puncak gelaran Pamor Borneo 2024 di Atrium I Duta Mall Banjarmasin, berlangsung meriah, Senin (12/8/2024). Humas BI Kalsel

1tulah.com, BANJARMASIN – Puncak gelaran Pamor Borneo 2024 di Atrium I Duta Mall Banjarmasin, berlangsung meriah, Senin (12/8/2024).

Acara ini merupakan puncak rangkaian dari kegiatan Pamor Borneo yang dimulai sejak 10-14 Agustus 2024.

Pamor Borneo 2024 mengangkat tema “Innovative Pathways: Driving South Borneo Economic Development with Trade, Tourism, and Investment”.

Acara ini juga merupakan bagian dari perayaan HUT ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan tema “Niat Diganggam, Barakat Diketam, Kalsel Babussalam.”

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi, mengatakan bahwa Pamor Borneo 2024 merupakan momentum penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalsel.

Ia mengapresiasi berbagai program yang telah dilaksanakan bersama, termasuk peningkatan kualitas investasi, akselerasi ekspor UMKM, dan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata Geopark Meratus.

“Perekonomian Kalimantan Selatan menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan angka mencapai 4,81% pada Triwulan II tahun 2024. Ini merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah provinsi serta upaya bersama dalam mengembangkan sektor-sektor kunci seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan,” kata Fadjar.

Baca Juga :  RKAB Mandek & Biaya BBM Naik 155%, Sektor Pertambangan RI Dalam Bahaya?

Dia juga menyoroti beberapa pencapaian penting dari Pamor Borneo 2024, termasuk business matching UMKM yang berhasil menghubungkan produk lokal dengan pasar internasional dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proyek investasi besar, seperti pembangunan bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air Kusan dengan nilai investasi mencapai Rp 2,7 triliun.

Ia berharap kegiatan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan citra Kalsel di tingkat internasional.

Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dian Nur, menyatakan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi, khususnya Bank Indonesia, atas suksesnya Pamor Borneo 2024.

Dia menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari perayaan HUT Provinsi Kalsel serta mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja (Gernas BBI-BWI).

Acara ini, dia bilang menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor UMKM, pariwisata, dan investasi di Kalsel.

Baca Juga :  Target Produksi Batu Bara 2026 Turun 24%, Daerah Penghasil Terancam Krisis APBD: Waspada Barito Utara dan Murung Raya!

“Kami terus berkomitmen untuk mempromosikan keindahan Geopark Meratus dan meningkatkan daya tarik investasi di daerah kami. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap Kalimantan Selatan dapat terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel.

Paman birin juga mengungkapkan keyakinan bahwa Pamor Borneo 2024 akan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara yang baru, Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Semangat kolaborasi dan sinergi yang terjalin selama acara ini diharapkan dapat berlanjut untuk mencapai visi Kalimantan Selatan yang makmur dan sejahtera,” tandasnya.

Pamor Borneo 2024, meliputi juga Pekan QRIS Nasional (PQN) dari 12 – 18 Agustus 2024 dan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) dari 1 – 18 Agustus 2024, bertujuan untuk memperluas penggunaan kanal pembayaran digital QRIS dan edukasi masyarakat mengenai rupiah.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!
Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem
Target Produksi Batu Bara 2026 Turun 24%, Daerah Penghasil Terancam Krisis APBD: Waspada Barito Utara dan Murung Raya!
Bulog Siap Borong Gabah Petani, Jaga Stabilitas Pangan Nasional 2026
Kabar Gembira, Pemerintah Kaji Kelanjutan Subsidi Mobil dan Motor Listrik untuk 2026
RKAB Mandek & Biaya BBM Naik 155%, Sektor Pertambangan RI Dalam Bahaya?
Ekonomi Indonesia 2026: Lampaui Prediksi Bank Dunia, Tapi Masih di Bawah 5%?

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 09:08 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

Rabu, 15 April 2026 - 08:41 WIB

Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WIB

Target Produksi Batu Bara 2026 Turun 24%, Daerah Penghasil Terancam Krisis APBD: Waspada Barito Utara dan Murung Raya!

Minggu, 12 April 2026 - 17:30 WIB

Bulog Siap Borong Gabah Petani, Jaga Stabilitas Pangan Nasional 2026

Minggu, 12 April 2026 - 07:36 WIB

Kabar Gembira, Pemerintah Kaji Kelanjutan Subsidi Mobil dan Motor Listrik untuk 2026

Minggu, 12 April 2026 - 07:27 WIB

RKAB Mandek & Biaya BBM Naik 155%, Sektor Pertambangan RI Dalam Bahaya?

Sabtu, 11 April 2026 - 12:48 WIB

Ekonomi Indonesia 2026: Lampaui Prediksi Bank Dunia, Tapi Masih di Bawah 5%?

Berita Terbaru