Kemenkeu Beberkan Anggaran Prioritas 2025: Dorong Perekonomian Indonesia!

- Jurnalis

Rabu, 19 Februari 2025 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah membeberkan anggaran prioritas untuk tahun 2025. Anggaran ini difokuskan untuk mendorong perekonomian Indonesia melalui berbagai sektor strategis. Apa saja alokasi anggarannya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Fokus Anggaran Prioritas 2025

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, Parjiono, menjelaskan bahwa APBN 2025 akan berperan sebagai instrumen eksekutif dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan. Hal ini akan diwujudkan melalui strategi collecting more, spending better, dan innovative financing.

Berikut adalah rincian anggaran prioritas yang dialokasikan:

  • Pendidikan: Rp 724,3 triliun
  • Kesehatan: Rp 218,5 triliun
  • Pendidikan Sosial: Rp 503,2 triliun
  • Ketahanan Pangan: Rp 144,6 triliun
  • Hukum dan Hankam: Rp 376,4 triliun

Alokasi Anggaran untuk Sektor Strategis

  1. Pendidikan (Rp 724,3 triliun)
Baca Juga :  Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina di Ponorogo, Prabowo: Free Palestine! Free Palestine!

Anggaran pendidikan sebesar Rp 724,3 triliun akan digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Beberapa program yang akan didanai antara lain:

    • Pemberian makan bergizi anak sekolah
    • Renovasi sekolah
    • Pengembangan sekolah unggulan

Program makan bergizi gratis juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan beban rumah tangga, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

  1. Pendidikan Sosial (Rp 503,2 triliun)

Anggaran sosial sebesar Rp 503,2 triliun akan dialokasikan untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan, seperti:

    • Program Keluarga Harapan (PKH)
    • Kartu Sembako
    • Program Indonesia Pintar (PIP)
    • Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Selain itu, anggaran ini juga akan digunakan untuk penguatan perlindungan sosial sepanjang hayat, penguatan graduasi, dan penanggulangan kemiskinan.

  1. Sektor Lainnya

Anggaran untuk sektor kesehatan, ketahanan pangan, serta hukum dan hankam juga dialokasikan dalam jumlah yang signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai bidang.

Baca Juga :  Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Efisiensi Belanja Negara

Pemerintah juga melakukan efisiensi belanja negara dengan fokus pada subsidi yang tepat sasaran. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia. Selain itu, efisiensi juga dilakukan melalui harmonisasi kebijakan pusat dan daerah serta penguatan penggunaan sosial untuk penanggulangan kemiskinan.

Anggaran prioritas 2025 yang telah ditetapkan oleh Kemenkeu menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong perekonomian Indonesia melalui berbagai sektor strategis. Dengan alokasi anggaran yang tepat sasaran dan efisiensi belanja negara, diharapkan Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla
Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN
Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA
KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 20:17 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 24 September 2026 - 20:16 WIB

Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Rabu, 23 September 2026 - 05:53 WIB

Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Berita Terbaru