Waspada! Ini Penyakit-Penyakit yang Mengintai Pasca Banjir

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi banjir (Freepik)

Ilustrasi banjir (Freepik)

1TULAH.COM-Curah hujan tinggi yang melanda berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini menyebabkan banjir di banyak daerah. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meningkatkan potensi timbulnya berbagai penyakit. Berikut adalah penyakit pasca banjir yang patut diwaspadai.

Banjir adalah salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, terutama di daerah dengan sistem resapan air yang kurang memadai. Genangan air yang lama di permukiman dan lingkungan sekitar menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan sumber penyakit, sehingga kesehatan masyarakat pun terancam.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang timbul usai banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang terdampak banjir. Berikut adalah beberapa penyakit pasca banjir seperti disadur dari laman Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan sumber lainnya, Jumat (31/1/2025).

Penyakit yang Sering Muncul Pasca Banjir

Banjir menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya berbagai jenis penyakit. Kelembapan yang tinggi, genangan air, dan kurangnya sanitasi dapat mempercepat penyebaran kuman, virus, parasit, dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa penyakit yang umum terjadi pasca banjir antara lain:

  1. Diare

Diare adalah penyakit yang paling umum terjadi setelah banjir. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi mengandung bakteri, virus atau parasit. Selain itu, diare juga dapat disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan kurangnya akses air bersih.

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Baca Juga :  CSIS Catat 1.851 Kasus Kekerasan Kolektif, Aksi Vigilantism di Indonesia Meningkat

Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air. Banjir dapat meningkatkan populasi nyamuk dan memperluas area penyebarannya.

  1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang hidup di air yang terkontaminasi oleh urine hewan, seperti tikus. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau selaput lendir.

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, seperti pilek, batuk, dan radang tenggorokan. Penyakit ini dapat menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan penderita.

  1. Penyakit Kulit

Penyakit kulit seperti gatal-gatal, eksim, dan infeksi jamur dapat muncul akibat kontak dengan air banjir yang kotor dan mengandung banyak kuman.

Pencegahan dan Penanganan

Meskipun banjir dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, ada beberapa langkah pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga:

  • Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan: Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air bersih. Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan hindari kontak dengan air banjir yang kotor.
  • Konsumsi Makanan dan Minuman yang Bersih: Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan matang sempurna. Hindari makan makanan yang mentah atau kurang matang.
  • Gunakan Air Bersih: Gunakan air bersih untuk minum, memasak, dan mandi. Jika tidak ada air bersih, rebus air sebelum digunakan.
  • Vaksinasi: Beberapa penyakit seperti leptospirosis dapat dicegah dengan vaksinasi. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan vaksinasi yang sesuai.
  • Periksakan Diri ke Dokter: Jika Anda mengalami gejala penyakit setelah banjir, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga :  Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Banjir adalah bencana alam yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Penting untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit-penyakit yang mungkin timbul setelah banjir dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, serta mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat, kita dapat mengurangi risiko terinfeksi penyakit pasca banjir. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025
Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah
Kadin A Bentrok El Family A di Final Turnamen Domino Orado Bloc Bee
Dinilai Tak Empati Bencana Karhutla, Akun Disbudpar Kalteng Diserbu Netizen Soal Ucapan Ultah
EL Family A Gagalkan Langkah Kuda Hitam Tim AS ke Partai Final
Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru
Dana Operasional Aksi Rp80,9 Juta Dibekukan, Bank Mandiri Diduga Melanggar Prosedur Hukum
Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Kadin A Bentrok El Family A di Final Turnamen Domino Orado Bloc Bee

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Dinilai Tak Empati Bencana Karhutla, Akun Disbudpar Kalteng Diserbu Netizen Soal Ucapan Ultah

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:52 WIB

EL Family A Gagalkan Langkah Kuda Hitam Tim AS ke Partai Final

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Dana Operasional Aksi Rp80,9 Juta Dibekukan, Bank Mandiri Diduga Melanggar Prosedur Hukum

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!

Berita Terbaru

iludtrasi

Opini

Lonceng Kematian Profesionalisme ASN

Senin, 24 Agu 2026 - 14:28 WIB