Korsel Mengirim Sebuah Kotak Hitam Jeju Air ke Amerika Untuk Dilakukan Penyelidikan

- Jurnalis

Rabu, 1 Januari 2025 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Korea Selatan melakukan penyelidikan untuk menguak tragedi dari peristiwa kecelakaan pesawat Jeju Air yang menewaskan sebanyak 179 orang pada hari Minggu. Korsel memberitahukan bahwa salah satu kotak hitam yang ditemukan akan dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisa lebih lanjut.

Pesawat yang membawa 181 orang dari Thailand, mengeluarkan panggilan mayday sebelum mendarat dengan perut dan menabrak pembatas hingga terbakar. Dalam peristiwa tersebut, hanya ada dua pramugari yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan yang terbakar.

Penyelidik Korea Selatan dan Amerika Serikat termasuk tim dari Boeing telah memeriksa lokasi kecelakaan yang berlokasi di Muan, barat daya Korea Selatan, sejak hari Minggu.

Joo Jong-wan yang merupakan Deputi Menteri Penerbangan Sipil Korea Selatan, mengatakan kalau perekam data penerbangan yang rusak tidak bisa diekstraksi di dalam negeri.

“Telah disepakati untuk mengirimkannya ke Amerika Serikat guna dianalisis bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS,” ucap Joo.

Ia juga menambahkan kalau kedua kotak hitam pesawat sudah ditemukan, dan ekstraksi awal dari perekam suara kokpit juga telah selesai.

“Berdasarkan data awal ini, kami berencana mengonversinya ke format audio sehingga kami dapat mendengar komunikasi terakhir para pilot,” lanjut Joo.

Baca Juga :  Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan

Perekam data penerbangan ditemukan dengan konektor yang hilang, dan para ahli sedang melakukan proses akhir untuk menentukan cara mengekstrak data dari perangkat itu.

Sebelumnya para pejabat menduga bahwa tabrakan dengan seekor burung menjadi penyebab Utama kecelakaan. Akan tetapi, penyelidikan juga mengarah pada pembatas beton di ujung landasan, yang dalam video dramatis terlihat ditabrak oleh pesawat Boeing 737-800 sebelum meledak.

Dilakukan inspeksi khusus terhadap semua model Boeing 737-800 yang dioperasikan oleh maskapai lokal, khususnya pada bagian roda pendarat sesudah munculnya dugaan kegagalan mekanis dalam kecelakaan itu.

“Inspeksi ini berfokus pada roda pendarat yang gagal berfungsi dengan baik dalam kasus ini,” kata Yoo Kyeong-soo yang merupakan Direktur Jenderal Kebijakan Keselamatan Penerbangan.

Dilaporkan oleh Media lokal bahwa roda pendarat berfungsi dengan baik pada percobaan pendaratan pertama Pesawat Jeju Air 2216 di bandara Muan, tetapi gagal pada percobaan kedua.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi yang mengawasi penerbangan sipil menerangkan bahwa masalah ini akan diteliti oleh Dewan Investigasi Kecelakaan melalui komprehensif terhadap berbagai kesaksian serta bukti.

Baca Juga :  Slottio Casino: Quick Spin, Rapid Wins – Jouw Gids voor Kortdurende Hoog‑Intensiteit Gaming

Identifikasi Korban Selesai Di bandara Muan, keluarga korban yang berduka semakin frustrasi oleh penundaan dalam mengidentifikasi dan melepaskan jenazah. Para pejabat mengatakan kalau jenazah mengalami kerusakan tubuh yang sangat parah akibat kecelakaan, sehingga proses identifikasi menjadi sangat sulit dan lambat.

Walau begitu, Choi Sang-mok yang merupakan presiden sementara Korea Selatan mengatakan bahwa proses identifikasi telah selesai dan lebih banyak jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

“Para penyelidik kami, bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan pabrikan, sedang melakukan investigasi bersama untuk menemukan penyebab kecelakaan ini,” kata Choi.

“Analisis dan tinjauan komprehensif terhadap struktur pesawat dan data kotak hitam akan mengungkap penyebab kecelakaan ini,” lanjutnya.

Sebuah Localizer yang dipasang di struktur beton di Bandara Internasional Muan, telah disalahkan sebagai faktor yang memperparah kecelakaan pesawat Jeju Air.

Pesawat tersebut membawa sebagian besar wisatawan yang kembali dari liburan akhir tahun di Bangkok, dengan semua penumpang berkewarganegaraan Korea kecuali dua orang Thailand.

Tempat Altar peringatan untuk para korban telah didirikan di berbagai tempat di seluruh negeri, termasuk di Seoul dan bandara Muan.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Playing Smart with a $20 Voucher Unlocks New Paths in No Deposit Bonuses
PayID withdrawal streamlines cashouts for online pokies Australia with scatter bonus flair
Scatter symbols add a surprising twist to the casual Aussie pokies session
Live casino tables offer a surprising twist to what Aussie players expect from online gaming
GlitchSpin Casino – Quick Wins on the Go for the Mobile‑Centric Player
Aviator Game invites players into a sleek and simple world of online crash betting
Aviator Game’s clean interface invites a fresh look at casual online betting
Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 10:03 WIB

Playing Smart with a $20 Voucher Unlocks New Paths in No Deposit Bonuses

Senin, 11 Mei 2026 - 09:18 WIB

PayID withdrawal streamlines cashouts for online pokies Australia with scatter bonus flair

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

Scatter symbols add a surprising twist to the casual Aussie pokies session

Senin, 11 Mei 2026 - 08:22 WIB

GlitchSpin Casino – Quick Wins on the Go for the Mobile‑Centric Player

Senin, 11 Mei 2026 - 08:11 WIB

Aviator Game invites players into a sleek and simple world of online crash betting

Senin, 11 Mei 2026 - 07:33 WIB

Aviator Game’s clean interface invites a fresh look at casual online betting

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:37 WIB

Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:14 WIB

Bupati Mura Minta Distribusi BBM Diawasi Ketat

Berita Terbaru

Entertainment

Al Ghazali dan Alyssa Daguise Resmi Umumkan Kelahiran Anak Pertama

Senin, 11 Mei 2026 - 10:58 WIB