Sindikat Penipuan Emas di Tangerang Diringkus Polisi

- Jurnalis

Jumat, 16 Juni 2023 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Sindikat Pemalsuan Emas di Tangerang Diringkus, Jual Emas Kopongan Asal Surabaya.

Ilustrasi - Sindikat Pemalsuan Emas di Tangerang Diringkus, Jual Emas Kopongan Asal Surabaya.

1tulah.com – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) membongkar sindikat penipuan emas palsu di Kabupaten Tangerang.

Dalam kasus ini polisi membekuk lima wanita. Mereka ditangkap karena melakukan pemalsuan emas dengan total lebih dari Rp 84 juta.

Kelima wanita itu berinisial AG, NA, FA, DA, YS dan salah satu pria berinisial BPA. Mereka ditangkap Polsek Pagedangan, wilayah hukum Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolsek Pagedangan, AKP Seala Syah Alam mengatakan, sindikat tersebut melakukan penipuan emas palsu dan menjualnya ke toko emas Royal Gold.

Seala menyebut, mereka beraksi pada 18 April 2023 lalu dengan menjual tiga gelang emas shogun diduga palsu.

Baca Juga :  Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya "Ganti Pemain" ke BUMN

“Tersangka AG menjual emas palsu itu seharga Rp12,2 juta ke toko emas di Aeon Mall,” kata Seala di kantornya, Kamis (15/6/2023).

Seala menyebut, aksi tersebut kemudian dilakukan berulang oleh tersangka lainnya di tempat yang sama.

Aksi sindikat ini kemudian terbongkar karena pemilik toko curiga ada aktivitas penjualan secara rutin dengan modus yang sama.

“Dari kecurigaan tersebut, pemilik toko kemudian mengetes kadar gelang emas dengan cairan khusus.”

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

“Bahkan hingga memotong gelang emas itu dan baru ketahuan kalau gelas emas tersebut emas kopong,” papar Seala.

Seala menyebut, para tersangka memiliki peran berbeda. Tersangka laki-laki berinisial B bertugas mengatur pelaku beraksi serta target lokasinya.

Sedangkan tersangka lainnya menjadi pemasok dari gelang emas kopongan yang belakangan diketahui berasal dari Surabaya.

“Dari pengakuan pelaku mereka sudah beraksi sekira tiga tahun di Serang, Tangerang, Jakarta dan Bogor,” terang Seala.

Sindikat penipuan emas itu dijerat dengan Pasal 387 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (suara.com).

 

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru