Buntut Pengancaman Band Radja di Malaysia, Ian Kasela dkk Diundang Kembali Tampil di Negeri Jiran

- Jurnalis

Rabu, 15 Maret 2023 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vokalis band Radja, Ian Kasela [YouTube/Crazy Nikmir REAL]

Vokalis band Radja, Ian Kasela [YouTube/Crazy Nikmir REAL]

1TULAH.COM-Band Radja masih dielukan di Negara Malaysia. Meski belum lama ini, sempat menerima teror dan intimidasi dari fans di negeri jiran tersebut, Ian Kasela dkk dijadwalkan lagi manggung di sana pada Bulan Ramadhan ini.

Masih beranikah Grup Band Radja tampil?

Grup band lawas Indonesia Radja dikabarkan diancam pembunuhan di Malaysia. Kronologi kejadian tersebut dimulai setelah band merasa sangat kecewa lantaran mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan usai menggelar konser di Larkin Arena Indoor Stadium, Johor Bahru Malaysia. Vokalis Radja, Ian Kasela menyebut mereka dimaki-maki, diintimidasi bahkan menerima ancaman kematian dari dua orang pria.

Melansir Astro Awani, peristiwa mengerikan yang terjadi pada Sabtu (11/3/2023) pukul 23.15 waktu setempat itu, disebabkan karena adanya kesalahpahaman antara pihak panitia dan grup Radja.

Menurut Ian Kasela, pihaknya tidak mengetahui ada sesi Meet And Greet atau pertemuan dengan para fans usai konser, karena tak pernah dilakukan pembahasan sebelumnya.

Di samping itu, sesi foto bersama perdana menteri dan pihak kedutaan yang sebelumnya dijadwalkan, ternyata dibatalkan lantaran para pejabat urung datang.

Baca Juga :  Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Setelahnya, anggota grup band justru didatangi dua pria yang disebut mewakili pihak penyelenggara dan mendapat kata-kata makian dan ancaman pembunuhan.

Oknum tersebut terus bertindak agresif yakni dengan memprovokasi sambil menendang meja.

“Kami telah dimaki dengan kata-kata kasar, orang itu mengancam untuk membunuh kami jika masih berada di sekitar Malaysia,” ungkap Ian Kasela, dikutip Selebtek.suara.com dari Astro Awani, Senin (13/3/2023).

“Kami agak kecewa karena telah lakukan yang terbaik untuk konser ini, dan kami tidak berencana untuk berfoto bersama penggemar selama konser berlangsung,” lanjutnya.

Keadaan menjadi panik karena personel Radja membawa  keluarga mereka ke Malaysia. Pihak penyelenggara pun seolah tak peduli dengan situasi yang terjadi.

“Keadaan jadi panik karena kami datang ke Malaysia ada yang bawa anak-anak, tetapi pihak yang terlibat seperti tidak peduli dengan situasi yang terjadi,” ujar Ian Kasela.

Baca Juga :  MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Akibat kejadian itu, Radja mempertimbangkan lagi untuk kembali tampil di Malaysia yang dijadwalkan usai Ramadan. “Menurut jadwal, kami akan kembali ke Kuala Lumpur setelah Ramadan. Tapi setelah apa yang terjadi kami menjadi bimbang apalagi menerima ancaman pembunuhan,” ungkap Ian Kasela.

“Kami kecewa dengan pihak penyelenggara dan ancaman pembunuhan ini merupakan satu perkara yang serius walaupun kami telah memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Kabar terbaru, Polisi Malaysia telah menangkap dua orang yang diduga lakukan intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap grup band Radja. Mereka diperiksa di Mapolres Johor Bahru Selatan, pada Minggu (12/3/2023).

Melansir Astro Awani, Kepala Polisi Johor Datuk Kamarul Zaman Mamat mengatakan pria lokal berusia 37 tahun dan pria asing berusia 48 tahun itu ditangkap sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Menurut Datuk Kamarul Zaman Mamat, kedua pelaku terancam pidana penjara maksimal tujuh tahun atau denda atau keduanya, jika terbukti bersalah melakukan tindakan kekerasan kepada Ian Kasela dan rekan-rekannya.(Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB