Bertugas 9 Bulan, Dana Insentif COVID-19 Nakes di RSUD Muara Teweh Belum Cair

  • Whatsapp
Foto Ilustrasi, nakes di RSUD Muara Teweh belum terima insentif dana penanganan Covid-19.

1tulah.com, MUARA TEWEH– Kasus pandemi Covid-19 di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah cukup tinggi. Hingga kini dari 13 Kabupaten/kota, Bumi berjuluk Iya Mulik Bengkang Turan ini masih masuk zona merah dan berada diurutan kelima penyumbang kasus Covid di Kalteng.

 Advertisement Here

Ironi nya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Muara Teweh, terutama mereka yang menangani pasien Covid-19 justru belum menerima sepersen pun insentif dana itu.

 Advertisement Here

Padahal Presiden ‘Jokowi’ Widodo pernah menjanjikan insentif bagi mereka yang berjuang di garda terdepan hadapi pasien Corona. Besaran insentif ini diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Baca Juga :  Selesaikan Sengketa Batas Kalteng dan Kalsel, Pemkab Bartim, DPRD Kalteng Serta DPRD Kalsel Duduk Satu Meja

Salah seorang yang mengaku dari tenaga kesehatan di RSUD Muara Teweh, dalam emailnya ke redaksi 1tulah.com tertanggal 10 November mengatakan, memohon tinjauan dan penelusuran mengenai pencairan dana Insentif Covid yang belum juga cair mulai Bulan Maret hingga Sekarang (Bulan November).

Berbagai Alasan dari Direktur, Kepala Dinas Kesehatan dan Pihak Terkait, Sehingga sampai saat ini belum ada kejelasan. Seakan Mau lepas tangan dan tidak menyalurkan Dana Insentif Covid Saat ini. Semoga Suara Kami sangat didengar. dan kejelasan itu makin tampak.

“Kami dari Nakes RSUD Muara Teweh mohon hak kami dipenuhi, karena kami sudah tidak tahan di bohongi terus menerus dengan janji mau cair,” kata nakes dalam curhat nya.

Baca Juga :  Pemkab Barut Berduka, Bupati Sampaikan Belasungkawa Meninggalnya Suriawan

Sebelumnya tertanggal 2 November 2020, mereka juga mengirimkan email, bunyi nya sama, sehubungan dengan Pandemi Covid 19 yang belum reda. Kami RSUD Muara Teweh selaku RS rujukan Covid 19 selalu memberikan layanan pasien Covid 19. Hanya saja, sampai saat ini belum menerima insentif sejak Bulna Maret hingga kini.

Sepeser pun kami belum ada menerima uang hasil jerih payah resiko tinggi.  “Kami Sudah mengajukan permohonan pencairan dana Insentif Covid ke dinas Terkait, namun selalu ditolak. Ada sebanyak 5 kali penolakan.

Pos terkait