Saturday, October 31, 2020
  • News
  • Daerah
  • News
  • Daerah

Kontak Erat Dengan Kepsek RDT Reaktif, 44 Warga Desa Benangin Bakal di Rapidtest

1.8k
SHARES
3.6k
VIEWS

BACA JUGA

1tulah.com,MUARA TEWEH– Di isolasinya satu kepala sekolah(kepsek) lantaran RDT reaktif(rapidtest kedua), serta pernah kontak dengan pasien positif covid-19, membuat tim gugus tugas percepatan dan penanganan Barito Utara(Barut), melakukan tracking di Kecamatan Teweh Timur, tepatnya di Desa Benangin. Kepsek, berasal dan bertugas di sana.

Juru bicara(jubir) percepatan dan penanganan Covid-19 Pemkab Barut, Siswandoyo mengatakan, hasil tracking pihaknya ada 44 warga Desa Benangin yang kontak erat. Dikatakan Siswandoyo, tracking tidak berhenti sampai disitu saja, akan dilakukan lagi ke kontak erat lain, seperti di Muara Teweh.

Baca juga : 1 Kepsek dan Istrinya Isolasi di RSUD Muara Teweh, Bersama Seorang Ibu Hamil

“Kita dengar beliau juga ada rumah di Muara Teweh. Sementara 44 orang di Desa Banangin yang pernah kontak erat akan kita lakukan rapidtest hari ini atau lusa. Pelaksanaannya oleh tim Puskesmas Benangin,” kata Siswandoyo,Senin(22/6) malam.

Sekedar diketahui, Kepsek asal Desa Banangin ini, bersama istrinya saat ini di isolasi di RSUD Muara Teweh. Saat menjalani rapidtest kedua, bersama 50 kepsek dari tiga kecamatan(Teweh Timur,Montallat dan Gunung Timang) RDT nya reaktif. Sementara sang istri meski rapidtest nya non reaktif, tetap di isolasi di rumah sakit.

Kepsek ini satu dari puluhan tenaga pendidik termasuk ASN di lingkup kantor Diknas Barut yang pernah kontak erat pasien positif Covid 19 berinisial RS(55) saat mengikuti rapat kordinasi di Kantor Dinas Pendidikan Barito Utara beberapa waktu lalu.

Sementara itu, meski pihak gugus tugas membantah adanya seorang doktor di RSUD Muara Teweh isolasi mandiri, namun sumber terpercaya 1tulah.com mengabarkan, satu dokter saat ini isolasi mandiri di rumah. Iantaran pernah kontak dengan seorang ibu hamil(orang tanpa gejala) yang hasil rapidtest nya reaktif. Bumil ini, kini juga menjalani isolasi di ruang matahari RSUD Muara Teweh.

“14 hari kog dokter itu menjalani karantina di rumah.Makanya kalau ada pasien dengan kegawatdaruratan membutuhkan pelayann minta di rujuk ke rumah sakit lain,” kata sumber.(eni)

 

 

 

 

Related Posts

Discussion about this post

POPULAR NEWS

EDITOR'S PICK

,

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.