1tulah.com,MUARA TEWEH– Meski tiga pasien warga Muara Teweh dinyatakan sembuh dari covid-19, Ternyata Barito Utara(Barut) masih belum keluar dari zona merah pandemi covid-19. Hal ini ditegaskan jubir gugus tugas penanganan dan pencegahan covid barut, Siswandoyo.
“Betul pak kita masih merah, sesuai hasil konsultasi kita dengan kadinkes provinsi. Selama pandemi belum selesai, dan masih ada OTG dan PDP yang sewaktu-waktu bisa ada letupan kasus positif kayak kasus kemarin, tambah bikin cemas,” ujar Siswandoyo kepada wartawan melalui sambungan percakapan What up, Jumat(15/5/2020).
Gugus tugas barut sendiri, dalam rilis hari ini per tangal 15 Mei 2020, menyebutkan orang dalam pemantauan(ODP) ada sebanyak 46 orang. 6 dalam proses pemantauan dan 40 selesai pemantauan. Sementara pasien dalam pengawasan(PDP) sebanyak 17 orang. 13 hasilnya negatif, 1 menunggu, 2 dalam perawatan dan 1 isolasi. Sementara jumlah pasien positif sembuh terkonfirmasi tiga orang.
Dari paparan grafik yang disampaikan gugus tugas, Kecamatan Teweh Tengah adalah satu-satunya zona merah.
Seperti diberitakan sebelumnya, terkait ada dua pasien PDP dengan hasil rapid test reaktif, pihak dinas kesehatan Barut juga meminta tiga tempat praktek, dokter, bidan dan satu salon kecantikan di tutup untuk sementara waktu.
Siswandoyo mengatakan, ketiga tempat praktek itu diminta tutup sementara, karena dari hasil tracking tim gugus tugas Kecamatan Teweh Tengah dan Puskesmas Muara Teweh, ketiga tempat itu pernah dikunjungi keluarga pasien PDP reaktif.




![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)

















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



