Meski 3 Pasien Positif Corona Sembuh, Barut Belum Keluar Dari Zona Merah

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2020 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com,MUARA TEWEH– Meski tiga pasien warga Muara Teweh dinyatakan sembuh dari covid-19, Ternyata Barito Utara(Barut) masih belum keluar dari zona merah pandemi covid-19. Hal ini ditegaskan jubir gugus tugas penanganan dan pencegahan covid barut, Siswandoyo.

“Betul pak kita masih merah, sesuai hasil konsultasi kita  dengan kadinkes provinsi. Selama pandemi belum selesai, dan masih ada OTG dan PDP yang sewaktu-waktu bisa ada letupan kasus positif kayak kasus kemarin, tambah bikin cemas,” ujar Siswandoyo kepada wartawan melalui sambungan percakapan What up, Jumat(15/5/2020).

Baca Juga :  Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026

Gugus tugas barut sendiri, dalam rilis hari ini per tangal 15 Mei 2020, menyebutkan orang dalam pemantauan(ODP) ada sebanyak 46 orang. 6 dalam proses pemantauan dan 40 selesai pemantauan. Sementara pasien dalam pengawasan(PDP) sebanyak 17 orang. 13 hasilnya negatif, 1 menunggu, 2 dalam perawatan dan 1 isolasi. Sementara jumlah pasien positif sembuh terkonfirmasi tiga orang.

Dari paparan grafik yang disampaikan gugus tugas, Kecamatan Teweh Tengah adalah satu-satunya zona merah.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait ada dua pasien PDP dengan hasil rapid test reaktif, pihak dinas kesehatan Barut juga meminta tiga tempat praktek, dokter, bidan dan satu salon kecantikan di tutup untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Siswandoyo mengatakan, ketiga tempat praktek itu diminta tutup sementara, karena dari hasil tracking tim gugus tugas Kecamatan Teweh Tengah dan Puskesmas Muara Teweh, ketiga tempat itu pernah dikunjungi keluarga pasien PDP reaktif.

guna memutus mata rantai penularn pandemi covid-19, ketiga tempat itu diminta untuk tutup sementara waktu selama 14 hari, sejak tanggal 14 Mei sampai dengan tanggal 23 Mei 2020.(eni)

 

Berita Terkait

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres
Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6
PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025
Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026
Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas
Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat
Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:42 WIB

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Barito Utara Bersama TP PKK Gelar Rakor Percepatan Penanganan Penurunan Stunting 2026

Kamis, 16 April 2026 - 17:51 WIB

Putra-Putri Pariwisata Barito Utara 2026 Masuki Grand Final, Siapkan Duta Wisata Berkualitas

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Bupati Buka Rakor TPAKD, Tekankan Pentingnya Akses Keuangan Inklusif bagi Ekonomi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Shalahuddin Perintahkan Penanganan Darurat

Rabu, 15 April 2026 - 16:54 WIB

Tower Telekomunikasi di Desa Sikui Dalam Ancaman Longsor, Bupati Barito Utara Ambil Langkah Cepat

Selasa, 14 April 2026 - 22:00 WIB

Polres Barito Utara Ditekankan Tingkatkan Profesionalisme dalam Arahan Wakapolda Kalteng

Berita Terbaru