Ancaman Karhutla Kalteng Meningkat, DPRD Imbau Warga Stop Bakar Lahan

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Istimewa

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Meningkatnya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring masuknya musim kemarau kembali menjadi perhatian serius jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menilai bencana karhutla bukan sekadar masalah kebakaran biasa, melainkan ancaman multidimensional terhadap lingkungan, kesehatan, hingga keberlangsungan hidup masyarakat.

Faridawaty menjelaskan bahwa dampak destruktif akibat karhutla berpotensi dirasakan dalam jangka panjang. Kerusakan ekosistem, hilangnya mata pencaharian, serta paparan kabut asap tebal menjadi ancaman nyata yang melumpuhkan berbagai sektor vital.

“Karhutla bukan sekadar membakar semak atau lahan kosong. Dampaknya bisa merusak hutan, menghilangkan sumber penghidupan masyarakat, menimbulkan kabut asap, bahkan mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan apabila terus meluas,” tegas Faridawaty pada Senin (27/7/2026).

Baca Juga :  Masuk Jajaran Wantimpres Prabowo, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

Pencegahan Jadi Kunci Utamanya

Melihat besarnya dampak kerugian yang ditimbulkan, Faridawaty menekankan bahwa upaya mitigasi dan pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas utama seluruh elemen. Ia mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar menghentikan praktik pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara membakar, khususnya di area lahan gambut yang sangat mudah terbakar saat kemarau.

“Peristiwa Karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan. Mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar,” ujarnya.

Kolaborasi Patroli dan Deteksi Dini

Untuk menekan risiko bahaya kabut asap, DPRD Kalteng mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan. Pengawasan di wilayah rawan karhutla perlu ditingkatkan melalui:

  • Patroli Rutin: Memperketat pemantauan lapangan di titik-titik rawan kebakaran (red zone).

  • Edukasi & Sosialisasi: Memberikan pemahaman berkelanjutan kepada masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi hukum pembakaran lahan.

  • Respon Cepat (Deteksi Dini): Memaksimalkan pelaporan titik api secara real-time.

Baca Juga :  Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Selain itu, Faridawaty meminta masyarakat untuk turut berperan aktif dengan segera melaporkan kemunculan titik api maupun tindakan mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran kepada petugas terdekat, sehingga penanganan awal dapat dilakukan sebelum api membesar. (Ingkit)

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru