Wakil Ketua II DPRD Kalteng Ajak Masyarakat Prioritaskan Pencegahan Karhutla di Musim Kemarau

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, M. Ansyari., SE, MSi. Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, M. Ansyari., SE, MSi. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Memasuki puncak musim kemarau, pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan upaya pencegahan karhutla sebagai prioritas bersama.

Ansyari menekankan bahwa langkah pencegahan yang paling mendasar namun berdampak besar adalah menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Metode pembersihan lahan tradisional ini dinilai memiliki risiko tinggi memicu kebakaran berskala besar yang sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar karhutla tidak semakin meluas,” ujar Ansyari pada Selasa (28/7/2026).

Ancaman Kebakaran Lahan Gambut

Karakteristik wilayah Kalimantan Tengah yang didominasi oleh kawasan tanah gambut menjadi alasan utama mengapa pembakaran lahan sangat berbahaya. Ansyari menjelaskan bahwa pemadaman api di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Api pada lahan gambut tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat merambat hingga ke lapisan bawah tanah (subsurface fire). Kondisi ini membuat proses pemadaman memerlukan waktu yang jauh lebih lama, serta berpotensi memunculkan kembali titik api (hotspot) meskipun permukaan tanah terlihat sudah padam.

Data Kejadian Karhutla di Kalteng

Urgensi peningkatan kewaspadaan ini diperkuat oleh data resmi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng. Selama periode 1 Januari hingga 19 Juli 2026, tercatat:

  • Titik Panas (Hotspot): 2.844 titik

  • Kejadian Karhutla: 563 kejadian

  • Total Luas Terbakar: 3.069,52 hektare

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih nyata dan memerlukan langkah penanganan antisipatif secara masif sebelum memasuki puncak kemarau yang lebih kering.

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Dampak Multisektoral dan Peran Aktif Masyarakat

Dampak dari bencana karhutla tidak terbatas pada kerusakan ekosistem dan keanekaragaman hayati saja. Bencana ini membawa dampak domino terhadap kesehatan masyarakat akibat bahaya kabut asap, merusak kualitas udara, hingga melumpuhkan berbagai aktivitas roda perekonomian daerah.

Oleh karena itu, DPRD Kalteng mendorong masyarakat untuk tidak hanya menghindari aktivitas pembakaran, tetapi juga berperan aktif dalam mitigasi dini. Masyarakam diminta segera melaporkan ke petugas atau satgas penanggulangan karhutla terdekat jika menemukan kemunculan titik api.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Semakin cepat titik api dilaporkan, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tegas Ansyari. (Ingkit)

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru