Karhutla Kalteng: 8.093 Hotspot Terdeteksi, BPB-PK Perkuat Penanganan

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya mengendalikan titik panas dan mencegah meluasnya karhutla, September 2026.

Tim gabungan melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya mengendalikan titik panas dan mencegah meluasnya karhutla, September 2026.

1TULAH.COM, Palangka Raya – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat seiring masih terdeteksinya ribuan titik panas di sejumlah wilayah. Berdasarkan data harian Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah per Selasa, 22 September 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 8.093 titik hotspot, 88 kejadian karhutla, dan luas area terbakar mencapai 195,57 hektare.

Data tersebut dihimpun dari pemantauan titik panas melalui BRIN dan Sipongi serta laporan kejadian dan luas area terbakar dari kabupaten/kota yang diterima Pusdalops BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.

Sejumlah wilayah tercatat memiliki jumlah hotspot cukup tinggi. Kabupaten Pulang Pisau mencatat 2.381 hotspot, disusul Kotawaringin Timur sebanyak 1.292 hotspot, Seruyan 1.288 hotspot, Kapuas 764 hotspot, Kotawaringin Barat 869 hotspot, dan Katingan 460 hotspot.

Dari sisi kejadian, Kotawaringin Timur tercatat mengalami 18 kejadian karhutla dengan luas area terbakar 12,78 hektare. Kapuas mencatat 13 kejadian dengan luas 31,25 hektare, Murung Raya 11 kejadian dengan luas 10,32 hektare, sedangkan Seruyan mencatat 11 kejadian dengan luas area terbakar mencapai 31,71 hektare.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 300 Paket Sembako dan KHBS untuk Warga Kalampangan

Kondisi tersebut menjadi perhatian BPB-PK Kalteng untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan koordinasi, pemantauan titik panas, patroli, serta penanganan langsung di lapangan.

Kalaksa BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami terus memperkuat penanganan di lapangan dengan mengoptimalkan personel, sarana dan prasarana yang tersedia. Pemantauan titik panas dan kondisi wilayah dilakukan secara berkelanjutan, sehingga setiap potensi karhutla dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Ahmad Toyib.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara optimal.

Karena itu, penanganan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, hingga unsur penanggulangan bencana lainnya.

“Kunci penanganan karhutla adalah kecepatan informasi, kecepatan respons dan kesinambungan penanganan. Ketika ada indikasi titik api, kita harus segera bergerak agar tidak berkembang dan meluas,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Salurkan 1,85 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Selain pemadaman dan patroli, pembasahan menjadi bagian penting dalam penanganan kawasan yang berpotensi terbakar kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi munculnya kembali api, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut.

Ahmad Toyib juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla. Menurutnya, penanganan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat kami harapkan ikut menjaga lingkungan, melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya karhutla,” tutur Ahmad Toyib.

Di tengah masih tingginya jumlah titik panas, BPB-PK Kalteng memastikan pemantauan dan penanganan karhutla terus dilakukan dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut diarahkan untuk mengendalikan perkembangan karhutla, mencegah meluasnya area terdampak, serta mendukung upaya menjaga kualitas udara dan kondisi lingkungan di Kalimantan Tengah.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas
Pemprov Kalteng Salurkan 86.200 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 300 Paket Sembako dan KHBS untuk Warga Kalampangan
Pemprov Kalteng Salurkan 1,85 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Karhutla Kalteng
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Aparatur Pemprov Kalteng
Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Tambah, Disdagperin Kalteng Perkuat Keterampilan Warga
Pemprov Kalteng Salurkan 116.700 Liter Air Bersih ke Sembilan Daerah Terdampak Kekeringan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:21 WIB

Karhutla Kalteng: 8.093 Hotspot Terdeteksi, BPB-PK Perkuat Penanganan

Kamis, 24 September 2026 - 11:15 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 23 September 2026 - 10:09 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 86.200 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Jumat, 18 September 2026 - 22:23 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 300 Paket Sembako dan KHBS untuk Warga Kalampangan

Kamis, 17 September 2026 - 14:52 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1,85 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Karhutla Kalteng

Kamis, 17 September 2026 - 14:36 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Aparatur Pemprov Kalteng

Rabu, 16 September 2026 - 13:50 WIB

Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Tambah, Disdagperin Kalteng Perkuat Keterampilan Warga

Berita Terbaru