Menko Kumhamimipas Yusril Ihza Mahendra Serukan Kedamaian Pascakericuhan di Aceh

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas)

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas)

1TULAH.COM-Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamimipas), Yusril Ihza Mahendra, mengimbau seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk bersama-sama menjaga suasana ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian. Imbauan ini disampaikan pascainsiden kericuhan yang sempat terjadi pada peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.

Harapan tersebut ditegaskan Menko Yusril usai menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Seruan Kedamaian dan Komitmen Pembangunan Aceh

Yusril menyampaikan optimistisnya bahwa situasi keamanan dan ketertiban di Serambi Mekkah telah kembali kondusif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keutuhan serta kedamaian di wilayah Aceh.

“Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian,” ujar Yusril.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah sangat menghormati seluruh elemen masyarakat Aceh yang memiliki komitmen sama dalam mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, fokus utama saat ini adalah bekerja sama menyelesaikan berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi daerah.

Baca Juga :  Pelantikan Kepala BRAN Menuai Kritik: Penunjukan Komjen Dedi Prasetyo Dinilai Bermasalah

“Tentu kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki keadaan,” tambahnya.

Kronologi Kericuhan pada Peringatan 21 Tahun Hari Damai Aceh

Seruan untuk menjaga kondusivitas tersebut dikeluarkan menyusul dinamika yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Kericuhan sempat pecah di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, saat berlangsungnya kegiatan zikir dan doa bersama memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh.

Pemicu kericuhan berawal ketika sejumlah massa mengibarkan Bendera Bulan Bintang, simbol yang identik dengan bekas gerakan separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ketegangan terjadi saat aparat keamanan berupaya melakukan penertiban di lokasi guna menjaga ketertiban umum sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pemprov Aceh Pastikan HUT ke-81 RI Berlangsung Aman

Di sisi lain, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengonfirmasi bahwa perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di seluruh wilayah Aceh pada Senin (17/8/2026) berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan.

Baca Juga :  Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen

Fadhlullah mengajak seluruh lapisan warga Aceh, baik yang berada di tanah air maupun di perantauan, untuk terus mengawal perdamaian yang telah terbangun serta berfokus pada pembangunan daerah.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh di manapun berada, mari kita jaga kedamaian, ketenangan, dan yang paling utama sesama kita rakyat Aceh mari bahu membahu mewujudkan Aceh yang sejahtera dan makmur,” tegas Fadhlullah di Banda Aceh.

Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh dan HUT ke-81 RI menjadi pengingat pentingnya merawat kesepakatan damai serta menjaga stabilitas daerah. Dengan komunikasi yang terbuka antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Aceh diharapkan terus melangkah menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta kesejahteraan yang merata. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru