APBD Kalteng Terancam Turun! Tomy Irawan Diran Soroti Potensi Hambatan RPJMD 2026-2027

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III  DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran. Foto:Istimewa

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran. Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tahun anggaran 2026 dan 2027 menghadapi tantangan serius. Legislator DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menyoroti potensi hambatan yang bisa muncul akibat proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kekhawatiran ini diungkapkan mengingat dampak yang mungkin terjadi pada pencapaian program pembangunan yang telah dirancang dengan matang.

“RPJMD ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Kalteng, dan kami sangat mendukung. Namun, ada potensi hambatan yang perlu diantisipasi, terutama terkait anggaran,” ucap Tomy Irawan Diran, pada Rabu (30/7/2025).

Penyebab Penurunan APBD dan Solusi Penguatan PAD

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng ini menjelaskan bahwa proyeksi penurunan APBD disebabkan oleh berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Situasi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, Tomy menekankan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pembangunan tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pusat.

“Kita tidak bisa terus berharap pada transfer dana pusat. PAD harus ditekan dan dimaksimalkan, salah satunya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan optimalisasi pajak daerah,” tegasnya.

Tomy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, menilai bahwa penguatan PAD dapat dilakukan melalui optimalisasi kinerja BUMD dan peningkatan efektivitas pemungutan pajak daerah. Menurutnya, BUMD yang dimodali oleh pemerintah daerah harus memberikan kontribusi nyata dan signifikan terhadap pendapatan daerah.

“BUMD itu dimodali pemerintah, jadi harus ada feedback yang signifikan untuk daerah. Kinerjanya harus digenjot agar dapat menghasilkan pendapatan yang maksimal,” ujarnya.

RPJMD Harus Berbasis Data Riil, Bukan Asumsi

Lebih lanjut, Tomy Irawan Diran juga meminta agar penyusunan angka-angka dalam dokumen RPJMD dilakukan secara akurat dan berdasarkan data riil serta terukur, bukan hanya asumsi. Meskipun RPJMD bersifat prediksi, namun prediksinya harus didukung oleh data yang kuat.

Baca Juga :  Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

“RPJMD memang bersifat prediksi, tetapi harus berdasarkan data yang kuat. Jangan sampai angka-angka yang dimasukkan hanya sekadar asumsi,” ungkapnya.

Ia pun mempertanyakan proyeksi penurunan APBD di tahun 2026 dan 2027, mengingat tren pertumbuhan anggaran pada periode sebelumnya justru menunjukkan peningkatan. Oleh karena itu, Tomy mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah strategis dan konkret guna memastikan penurunan APBD tidak menghambat pelaksanaan visi pembangunan jangka menengah daerah.

Pemerintah daerah perlu segera mencari solusi inovatif untuk mengatasi potensi penurunan APBD dan memastikan kelancaran program pembangunan vital di Kalimantan Tengah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tahun anggaran 2026 dan 2027 menghadapi tantangan serius.

Legislator DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menyoroti potensi hambatan yang bisa muncul akibat proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kekhawatiran ini diungkapkan mengingat dampak yang mungkin terjadi pada pencapaian program pembangunan yang telah dirancang dengan matang.

“RPJMD ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Kalteng, dan kami sangat mendukung. Namun, ada potensi hambatan yang perlu diantisipasi, terutama terkait anggaran,” ucap Tomy Irawan Diran, pada Rabu (30/7/2025).

Penyebab Penurunan APBD dan Solusi Penguatan PAD

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng ini menjelaskan bahwa proyeksi penurunan APBD disebabkan oleh berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Situasi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, Tomy menekankan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pembangunan tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pusat.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

“Kita tidak bisa terus berharap pada transfer dana pusat. PAD harus ditekan dan dimaksimalkan, salah satunya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan optimalisasi pajak daerah,” tegasnya.

Tomy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, menilai bahwa penguatan PAD dapat dilakukan melalui optimalisasi kinerja BUMD dan peningkatan efektivitas pemungutan pajak daerah. Menurutnya, BUMD yang dimodali oleh pemerintah daerah harus memberikan kontribusi nyata dan signifikan terhadap pendapatan daerah.

“BUMD itu dimodali pemerintah, jadi harus ada feedback yang signifikan untuk daerah. Kinerjanya harus digenjot agar dapat menghasilkan pendapatan yang maksimal,” ujarnya.

RPJMD Harus Berbasis Data Riil, Bukan Asumsi

Lebih lanjut, Tomy Irawan Diran juga meminta agar penyusunan angka-angka dalam dokumen RPJMD dilakukan secara akurat dan berdasarkan data riil serta terukur, bukan hanya asumsi. Meskipun RPJMD bersifat prediksi, namun prediksinya harus didukung oleh data yang kuat.

“RPJMD memang bersifat prediksi, tetapi harus berdasarkan data yang kuat. Jangan sampai angka-angka yang dimasukkan hanya sekadar asumsi,” ungkapnya.

Ia pun mempertanyakan proyeksi penurunan APBD di tahun 2026 dan 2027, mengingat tren pertumbuhan anggaran pada periode sebelumnya justru menunjukkan peningkatan.

Oleh karena itu, Tomy mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah strategis dan konkret guna memastikan penurunan APBD tidak menghambat pelaksanaan visi pembangunan jangka menengah daerah.

Pemerintah daerah perlu segera mencari solusi inovatif untuk mengatasi potensi penurunan APBD dan memastikan kelancaran program pembangunan vital di Kalimantan Tengah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (Ingkit)

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Tajeri Usulkan Pengelolaan Pasar Barito Utara yang Mandiri dan Berorientasi pada Peningkatan PAD
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
80 ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Diajak Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tajeri Usulkan Pengelolaan Pasar Barito Utara yang Mandiri dan Berorientasi pada Peningkatan PAD

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:36 WIB

80 ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Diajak Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Berita Terbaru