Heboh Habib Bahar dan Hadis Palsu: Guru Gembul Ungkap Fakta Mengejutkan

- Jurnalis

Selasa, 2 Juli 2024 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Habib Bahar bin Smith (YouTube/Uya Kuya TV)

Habib Bahar bin Smith (YouTube/Uya Kuya TV)

1TULAH.COM-Kontroversi kembali menyelimuti Habib Bahar bin Smith. Kali ini, penceramah asal Manado tersebut menuai kritik pedas karena diduga menggunakan hadis palsu untuk membela silsilah keturunan nabinya.

Kritik pedas datang dari Guru Gembul, seorang penceramah agama yang kerap mengomentari pernyataan Habib Bahar di kanal YouTube miliknya. Salah satu contohnya adalah pernyataan Habib Bahar yang mensyaratkan tes DNA dengan darah Rasulullah SAW untuk membuktikan keturunannya.

“Karena menurut beliau (Habib Bahar) bagi siapa yang meragukan silsilah kenabian, kemuliaan dari silsilah kenabian, maka orang itu pasti orang munafik atau orang zina atau orang yang lahir dari hubungan seksual di kala menstruasi,” ujar Guru Gembul, dikutip Selasa (2/7/2024).

Baca Juga :  Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Selain itu, Guru Gembul juga mengkritik penggunaan hadis palsu lainnya oleh Habib Bahar, yaitu hadis yang menyatakan bahwa orang yang ragu dengan ahlul bait adalah keturunan Yahudi. Menurut Guru Gembul, hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Imam Tobrani dan beliau sendiri yang menyebutnya sebagai hadis palsu.

“Kenapa dia sering melontarkan hadis-hadis ini, dan uniknya yang dia sampaikan berhubungan dengan habib. Hadis yang berhubungan dengan kemuliaan nasab dirinya. Jadi itu semua untuk membela nasab dirinya. Nah ini kan bermasalah,” kritik Guru Gembul.

Baca Juga :  DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Penahanan Ijazah Resmi Dilarang!

Guru Gembul mengingatkan bahwa meskipun keturunan nabi harus dihormati, penghormatan tersebut tidak boleh berlebihan dan tidak memberikan mereka hak istimewa dalam hukum atau hal lainnya.

“Yang benar tetap kita hormati, tapi jangan pernah memberikan mereka privilage urusan hukum, privilage urusan-urusan yang lain,” kata Guru Gembul.

Pernyataan Habib Bahar bin Smith yang menggunakan hadis palsu untuk membela silsilah keturunan nabinya ini menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Banyak yang menyayangkan sikap Habib Bahar yang dinilai tidak mencerminkan akhlak seorang ulama. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Berita Terbaru