DPRD Kalteng Dorong Hasil Usaha Udang Vaname Sukamara Masuk Kas Daerah untuk Tambah PAD

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas. Foto:Dik/1tulah.com

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas. Foto:Dik/1tulah.com

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong agar pengelolaan usaha tambak udang vaname di Kabupaten Sukamara tidak hanya berhenti pada kemandirian operasional, melainkan juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Ampera AY Mebas, menilai bahwa keuntungan yang diraih dari sektor budidaya tersebut semestinya sebagian disetorkan ke kas daerah. Hal ini dinilai wajar mengingat pengembangan kawasan Shrimp Estate tersebut selama bertahun-tahun telah ditopang oleh pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Udang vaname itu kan sudah BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). APBD kita sudah berapa tahun membiayai sekian miliar. Nah, kalau ada penerimaan, artinya ada keuntungan yang dibagi supaya dapat masuk di APBD,” tegas Ampera, Senin (28/9/2026).

Pertanyakan Transparansi Pembagian Keuntungan

Menurut Politisi Kalteng ini, pihak legislatif perlu mendapatkan kejelasan mendalam mengenai sejauh mana hasil pengelolaan tambak udang vaname di Sukamara telah menyumbang penerimaan bagi daerah. Ia mengungkapkan, sektor usaha ini sempat mencatatkan keuntungan hingga belasan miliar rupiah, namun dana tersebut belum tercatat sebagai penerimaan resmi dalam struktur APBD.

Baca Juga :  Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

“Belum masuk dalam penerimaan. Kemarin kan ada untungnya sekitar Rp10 miliar. Tapi karena statusnya BLUD, perputaran uangnya lari ke internal mereka saja. Kita sarankan supaya sebagian tetap masuk APBD,” ujarnya.

Soroti Penerapan Status BLUD pada Sektor Bisnis

Lebih lanjut, Ampera menyoroti perbedaan esensial dalam penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada unit usaha komersial dibandingkan lembaga pelayanan publik. Menurutnya, konsep fleksibilitas keuangan BLUD idealnya disesuaikan dengan karakteristik bidang usaha yang dijalankan.

“BLUD itu kan seperti rumah sakit, tujuan utamanya adalah pelayanan publik. Kalau budidaya udang vaname ini kan murni bisnis dan komersial, itu bedanya,” jelas Ampera.

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Mandiri Secara Operasional, DPRD Minta Mekanisme Hasil yang Jelas

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalteng, Sri Widanarni, menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan Shrimp Estate Sukamara saat ini sudah tidak lagi bergantung pada kucuran APBD untuk biaya operasional harian budidaya. Dengan tingkat kemandirian tersebut, pola keuangan BLUD diterapkan dan dinilai mulai berpotensi menyuplai PAD.

Menanggapi hal itu, DPRD Kalteng menyambut baik pencapaian kemandirian operasional kawasan Shrimp Estate. Kendati demikian, dewan menegaskan pentingnya menyusun mekanisme pembagian hasil yang transparan dan terukur.

Dengan sistem bagi hasil yang jelas, investasi besar yang telah disalurkan pemerintah daerah melalui APBD diharapkan dapat kembali dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Kalteng melalui peningkatan penerimaan dan pembangunan daerah. (Ingkit)

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru