1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menekankan pentingnya kesiapan anggaran dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk menghitung kebutuhan pembiayaan secara rinci agar operasional penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif saat kondisi darurat terjadi.
Anggota DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering, menyampaikan bahwa kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) di lapangan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan finansial yang matang.
“Penanganan karhutla ini tidak hanya soal personel maupun sarana dan prasarana, tetapi juga soal anggaran yang berkaitan langsung dengan kebutuhan lapangan,” kata Freddy pada Selasa (28/7/2026).
Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hambat Penanganan Bencana
Freddy menegaskan, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, pengalokasian dana untuk penanggulangan karhutla tidak boleh dikesampingkan. Penanganan bencana alam menyangkut keselamatan masyarakat banyak serta kestabilan ekonomi daerah.
Sebagai solusi antisipatif, ia mengusulkan pemanfaatan mekanisme pergeseran anggaran apabila alokasi dana pada APBD Murni belum mencukupi. Langkah ini dinilai lebih taktis ketimbang harus menunggu pembahasan APBD Perubahan.
“Kalau menunggu APBD Perubahan cukup lama karena prosesnya baru berjalan sekitar September atau Oktober. Makanya, misalkan situasi sudah sangat mendesak, bisa diusulkan mendahului perubahan,” jelasnya.
Komitmen DPRD Kalteng Mengawal Kebijakan Anggaran
DPRD Kalteng memastikan siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanggulangan karhutla. Dukungan tersebut mencakup pengawalan kebijakan penganggaran agar pencairan dan pemanfaatan dana kebutuhan lapangan dapat terealisasi tepat waktu.
Freddy menambahkan bahwa keterlambatan penanganan akibat kendala administratif finansial justru berpotensi menimbulkan dampak finansial yang jauh lebih besar di kemudian hari.
“Intinya yang penting cepat saja, baik dari sisi penanganan maupun kebutuhan anggaran. Sebab jika kita terlambat menangani bencana ini, anggaran yang dibutuhkan justru akan jauh lebih besar,” tegas Freddy. (Ingkit)

![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)






![Mekanisme gaji PNS jadi sorotan usai Menteri Koperasi mengungkapkan wacana penggajian via koperasi [SUARA.COM/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/gaji-koperasi-225x129.jpg)








![Mekanisme gaji PNS jadi sorotan usai Menteri Koperasi mengungkapkan wacana penggajian via koperasi [SUARA.COM/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/gaji-koperasi-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

