Target Pendapatan Daerah Kalteng 2026 Tembus Rp5,4 Triliun, DPRD Optimis Terealisasi Akhir Tahun

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target pendapatan daerah Tahun Anggaran (TA) 2026 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp5,4 triliun. Keyakinan ini didasari oleh hasil evaluasi sementara bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng yang menunjukkan realisasi penerimaan daerah masih berada di jalur (on-track) sesuai dengan perencanaan.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menyampaikan bahwa proyeksi penerimaan tersebut diperkirakan dapat terpenuhi sepenuhnya hingga penutupan tahun anggaran pada Desember 2026 mendatang. DPRD Kalteng secara berkesinambungan terus mengawasi tren penerimaan fiskal daerah agar target yang dicanangkan berjalan sejalan dengan penetapan anggaran.

“Berdasarkan hasil evaluasi sementara, mudah-mudahan seluruh estimasi pendapatan daerah Tahun 2026 sebesar sekitar Rp5,4 triliun dapat tercapai. Kami juga sudah menanyakan kepada Kepala Bapenda dan dijelaskan Insyaallah target tersebut bisa terealisasi sampai akhir Desember,” ujar Junaidi pada Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Komposisi Target Pendapatan Murni dan SiLPA

Junaidi menerangkan struktur estimasi pendapatan daerah sebesar Rp5,4 triliun tersebut ditopang oleh dua komponen utama:

  • Target Pendapatan Murni: Sekitar Rp5,1 triliun

  • Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA): Sekitar Rp336 miliar

Dengan kombinasi penerimaan murni serta dana SiLPA tersebut, kapasitas dan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dinilai tetap solid dan memadai untuk menopang berbagai kebutuhan pembiayaan daerah.

Fokus APBD Perubahan: Penyesuaian Sisi Belanja Daerah

Mengingat proyeksi dari sisi pendapatan diyakini berjalan aman, DPRD Kalteng mengarahkan fokus pembahasan APBD Perubahan pada penyesuaian pos belanja daerah. Penyesuaian pos pengeluaran ini penting guna memastikan pemerintah daerah dapat merespons serta menyelesaikan sejumlah kewajiban fiskal secara akuntabel.

Baca Juga :  Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Penyesuaian belanja mencakup penyelesaian catatan dan rekomendasi dari tindak lanjut hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pembayaran kewajiban pengembalian Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR), hingga pelunasan hak pembagian dana untuk pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng.

“Kalau estimasi pendapatan itu tercapai, berarti yang kita evaluasi tinggal sisi pengeluarannya. Memang akan ada penyesuaian karena hasil audit BPK sudah jelas dan ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan,” kata Junaidi.

Ia menambahkan bahwa rasionalisasi dan evaluasi sejumlah program pembangunan daerah akan terus diselaraskan dengan kondisi kas daerah. Langkah ini dilakukan agar seluruh kewajiban keuangan tetap terpenuhi tanpa mengganggu program prioritas dan keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Tengah. (Ingkit)

Berita Terkait

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Berita Terbaru