Adik Hary Tanoe Praperadilan Lagi! KPK Tak Goyah Usut Korupsi Bansos Beras Kemensos

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisaris PT Dosni Roha Logistik (PT DRL) Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe bungkam usai diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2023). [ANTARA]

Komisaris PT Dosni Roha Logistik (PT DRL) Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe bungkam usai diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2023). [ANTARA]

1TULAH.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan proses penyidikan dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos).

Ketegasan ini disampaikan meskipun salah satu tersangka, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau yang dikenal sebagai Rudy Tanoe (BRT), kembali mengajukan permohonan praperadilan.

Rudy Tanoe, yang merupakan adik kandung konglomerat Hary Tanoesoedibjo, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Agustus 2025 lalu terkait dugaan korupsi dalam penyaluran bansos Kemensos periode 2020.

⚖️ Praperadilan Tidak Menghentikan Proses Hukum

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa upaya hukum yang dilakukan oleh tersangka tidak akan menghambat jalannya penyidikan.

“Praperadilan ini tidak menghentikan proses penyidikan yang sedang berjalan,” ujar Budi Prasetyo kepada jurnalis di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Budi menjelaskan bahwa penyidik KPK akan tetap bekerja secara intensif. Mereka fokus pada pemeriksaan saksi-saksi untuk mendalami praktik pendistribusian bansos di lapangan.

Hal ini penting untuk memastikan apakah proses penyaluran telah sesuai dengan kontrak pekerjaan yang ditetapkan atau sebaliknya.

Sebagai pihak termohon, KPK menyatakan menghormati langkah hukum yang ditempuh Rudy Tanoe. Namun, ini adalah pengajuan praperadilan yang kedua.

Pada sidang pertama yang digelar pada 23 September 2025, majelis hakim telah memutuskan untuk menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan.

Baca Juga :  Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

“Dalam praperadilan pertama, hakim telah menyatakan seluruh proses penanganan perkara, termasuk penetapan tersangka terhadap saudara BRT telah dinyatakan sah dan memenuhi aspek formilnya,” tegas Budi, menekankan bahwa penetapan tersangka sudah sesuai prosedur hukum.

📉 Kronologi dan Kerugian Negara Ratusan Miliar

Kasus dugaan korupsi bansos beras ini merupakan salah satu perkara besar yang ditangani KPK. Berikut adalah garis waktu dan pengembangan kasusnya:

  • 15 Maret 2023: KPK mulai mengumumkan penyidikan dugaan korupsi dalam penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kemensos tahun 2020-2021.

  • 23 Agustus 2023: KPK mengumumkan penetapan sejumlah tersangka pada klaster awal kasus. Kerugian negara dalam klaster ini ditaksir mencapai Rp326 miliar.

Para tersangka pada klaster awal tersebut termasuk:

  • Ivo Wongkaren (IW) – Dirut PT Mitra Energi Persada

  • Roni Ramdani (RR) – Anggota Tim Penasihat PT Primalayan Teknologi Persada

  • Richard Cahyanto (RC) – Manajer Umum PT Trimalayan Teknologi Persada

  • Muhammad Kuncoro Wibowo (MKW) – Dirut PT BGR Logistics (Persero)

  • Budi Susanto (BS) – Direktur Komersial BGR Logistics

  • April Churniawan (AC) – VP Operasional BGR Logistics

💰 Pengembangan Kasus dan Keterlibatan Rudy Tanoe

Pada tahun 2025, KPK mengembangkan penyidikan untuk klaster penyaluran bansos beras yang melibatkan PT Dosni Roha Indonesia (DNR). Kerugian negara dari klaster baru ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar.

  • 19 Agustus 2025: KPK mengumumkan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang terkait klaster DNR Logistics. Mereka adalah:

    • Edi Suharto (ES) – Staf Ahli Menteri Sosial

    • Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) – Komisaris Utama PT DNR Logistik

    • Kanisius Jerry Tengker (KJT) – Dirut DNR Logistics

    • Herry Tho (HER) – Direktur Operasional DNR Logistics

  • Pada tanggal yang sama, KPK mengumumkan penetapan tiga orang dan dua korporasi sebagai tersangka dalam klaster ini.

  • 11 September 2025: Identitas Rudy Tanoe sebagai salah satu tersangka klaster DNR terungkap setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan praperadilan.

  • 2 Oktober 2025: KPK kembali mengungkapkan tersangka lainnya, yaitu Edi Suharto.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Hingga saat ini, KPK telah mengumumkan dua tersangka individu (BRT dan ES) dalam klaster penyaluran bansos beras oleh PT Dosni Roha Indonesia.

Satu tersangka individu lainnya dan dua korporasi yang turut ditetapkan sebagai tersangka masih belum diumumkan secara resmi oleh lembaga antirasuah tersebut.

KPK memastikan bahwa upaya hukum dari tersangka, termasuk pengajuan praperadilan kedua oleh Rudy Tanoe, tidak akan mengganggu atau menghentikan upaya maksimal pemberantasan korupsi di Indonesia. Proses penyidikan akan terus berjalan hingga tuntas. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru