Polisi Bantah Penggunaan Senjata Api dalam Pengeroyokan di Tebet

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengeroyokan. [Istimewa]

Ilustrasi pengeroyokan. [Istimewa]

1TULAH.COM – Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa dugaan penggunaan senjata api dalam kasus pengeroyokan di kawasan Tebet pada Minggu malam, 9 November 2025, belum menemukan bukti.

Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi, tidak terlihat adanya tindakan pelaku yang mengarah pada penodongan senjata terhadap korban.

Meski korban sempat mengaku ditodong, rekaman video tidak menunjukkan gerakan mencurigakan.

Baca Juga :  Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Dwi Manggalayuda, mengatakan pihaknya sudah memeriksa tiga saksi termasuk korban serta rekannya.

Polisi juga menyebut telah mengantongi identitas para pelaku meskipun mereka belum berhasil diamankan.

Saat ini, tim masih mencari rekaman CCTV tambahan untuk memperkuat proses identifikasi dan memastikan keterangan yang menyebut pelaku berasal dari institusi tertentu.

Baca Juga :  Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Sebelumnya, Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan menjelaskan bahwa insiden pengeroyokan itu diduga bermula dari senggolan kendaraan di jalan hingga memicu emosi salah satu pihak.

Kasus tersebut kini terus ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan guna mengungkap seluruh fakta dan memastikan para pelaku segera ditangkap.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru