KPK sebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Tambahan di Kemenkes Masuk Tahap Final

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan bahwa penyelidikan dugaan korupsi dalam program pengadaan makanan tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2016–2020 telah memasuki tahap finalisasi.

Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan gelar perkara atau ekspose sudah dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kasus dugaan korupsi pengadaan biskuit dan makanan tambahan ini sudah diekspos, namun masih ada beberapa bukti awal yang perlu dilengkapi,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional

Asep menjelaskan, salah satu hal yang masih dicari oleh tim penyidik adalah barang bukti berupa sampel makanan tambahan yang digunakan dalam program tersebut.

Menurutnya, pengujian terhadap kandungan gizi makanan menjadi penting untuk memastikan apakah terdapat pengurangan komposisi atau manipulasi yang dapat berdampak pada efektivitas program penanganan stunting.

“Kami sedang mencari barangnya untuk diuji kandungannya. Kalau campurannya dikurangi atau hilang dan hanya tersisa tepung serta gula, tentu tidak akan memberi manfaat bagi balita,” kata Asep yang juga menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Baca Juga :  Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan PMT ini telah dilakukan sejak awal tahun 2024 dan diduga terjadi selama periode 2016–2020.

Program PMT sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting melalui pemberian biskuit, susu, telur, dan makanan bergizi lainnya bagi balita serta ibu hamil.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muharwan, menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dan menekankan bahwa dugaan korupsi tersebut tidak terjadi pada masa kepemimpinan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027
Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil
Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara
Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Selasa, 15 September 2026 - 14:07 WIB

Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil

Selasa, 15 September 2026 - 12:13 WIB

Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Berita Terbaru