1TULAH.COM-Penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta mengungkap fakta baru yang mengkhawatirkan: terduga pelaku, FN, merakit sendiri bom yang digunakan, dengan panduan yang diperoleh dari internet.
Densus 88 kini mendalami kaitan antara aktivitasnya di situs gelap dan aksi teror di lingkungan sekolah.
Ledakan SMAN 72 dan Keterlibatan Siswa
Fakta baru yang mengejutkan terungkap dari penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. FN, siswa yang menjadi terduga pelaku, ternyata merakit sendiri bom yang ia ledakkan di lingkungan sekolah setelah mempelajarinya dari internet.
Ledakan beruntun tersebut, yang mengguncang lingkungan sekolah, menyebabkan 96 orang, mayoritas siswa dan guru, mengalami luka-luka. Kasus ini menjadi sorotan nasional, menyoroti kerentanan remaja terhadap konten ekstrem yang tersebar luas di dunia maya.
💻 Belajar Merakit Bom dari Internet: Pengakuan Densus 88
Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengonfirmasi temuan kunci tersebut. Proses pembuatan bom rakitan oleh FN dilakukan secara mandiri.
“Bom tersebut dirakit sendiri oleh pelaku, yang mengakses cara-cara merakitnya melalui internet,” ungkap Mayndra kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Pengakuan ini menegaskan betapa mudahnya akses terhadap informasi berbahaya, termasuk panduan merakit senjata atau bahan peledak, yang dapat diunduh oleh siapa saja, termasuk remaja.
🌑 Konsumsi Konten Sadis di Dark Web
Penyelidikan lebih lanjut oleh Densus 88 juga menemukan adanya kebiasaan mengkhawatirkan yang dilakukan oleh terduga pelaku. FN diketahui kerap mengakses situs gelap (dark web) yang berisi konten ekstrem dan sadis.
Dari sana, ia diketahui sering menonton berbagai konten kekerasan brutal, mulai dari video perang, pembunuhan, hingga rekaman kecelakaan fatal. Aktivitas mengonsumsi konten sadis ini diduga telah dilakukannya sejak awal tahun.
Potensi Kaitan Konten Ekstrem dan Aksi Teror
Saat ini, fokus utama Densus 88 adalah mendalami apakah kebiasaan FN mengonsumsi konten sadis tersebut memiliki kaitan langsung dengan tindakannya merakit dan meledakkan bom di sekolah.
- Dampak Psikologis: Konten kekerasan yang dikonsumsi secara terus-menerus dapat memengaruhi psikologi remaja, mendistorsi pandangan mereka tentang kekerasan, dan mengurangi empati.
- Indoktrinasi Mandiri: Akses ke dark web juga membuka peluang bagi individu untuk terpapar ideologi ekstrem atau terorisme, yang dapat memicu self-radicalization (radikalisasi mandiri).
💥 Detail Aksi: Tujuh Bom, Empat Berhasil Meledak
Dalam aksinya, FN membawa total tujuh bom rakitan di dalam sebuah tas jinjing. Perencanaan aksinya menunjukkan tingkat keseriusan dan persiapan yang matang:
- Ledakan Beruntun: Empat dari bom rakitan tersebut berhasil meledak di dua lokasi berbeda di area sekolah, menciptakan kepanikan dan menyebabkan korban luka massal.
- Gagal Picu: Sementara tiga bom rakitan lainnya ditemukan gagal terpicu. Jika semua bom berhasil meledak, potensi korban dan kerusakan yang ditimbulkan dipastikan jauh lebih besar.
🔒 Ancaman Radikalisasi Digital dan Perlindungan Remaja
Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta menjadi peringatan keras bagi orang tua, institusi pendidikan, dan pemerintah mengenai bahaya radikalisasi digital. Kemudahan akses terhadap informasi berbahaya di internet, terutama di situs gelap, menuntut pengawasan dan edukasi yang lebih ketat.
Penyelidikan Densus 88 ini diharapkan tidak hanya mengungkap motif FN, tetapi juga membantu merumuskan strategi pencegahan yang efektif untuk melindungi generasi muda dari paparan konten ekstrem yang dapat mendorong mereka melakukan tindak kekerasan atau terorisme. (Sumber:Suara.com)






![SE Menkomdigi dinilai melenceng dari putusan MK soal Kuota Hangus. [Dok Komdigi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/komdigi-kouta-225x129.jpg)








![SE Menkomdigi dinilai melenceng dari putusan MK soal Kuota Hangus. [Dok Komdigi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/komdigi-kouta-360x200.jpg)








![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

