Iran Murka! Desak PBB Kecam Ancaman Pembunuhan Terhadap Ayatollah Khamenei dari AS dan Israel

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [HO/Khamanei.ir/AFP]

Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei. [HO/Khamanei.ir/AFP]

1TULAH.COM-Hubungan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv kembali memanas di tengah ketegangan geopolitik yang tak kunjung mereda.

Iran secara resmi telah melayangkan protes keras kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mendesak agar organisasi dunia tersebut mengecam ancaman yang baru-baru ini dilontarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Protes keras ini dipicu oleh pernyataan kontroversial dari mantan Presiden AS, Donald Trump, pada hari Jumat (27/6/2025) di platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump mengklaim “tahu persis” di mana Khamenei berada, namun sesumbar tidak akan membiarkan Israel atau militer AS “mengakhiri hidupnya.” Secara provokatif, Trump bahkan mengeklaim bahwa ia telah “menyelamatkan Khamenei dari kematian yang sangat buruk dan memalukan.”

Pelanggaran Serius Hukum Internasional

Menanggapi provokasi tersebut, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, tidak tinggal diam. Melalui surat resmi yang ditujukan kepada para petinggi PBB – termasuk Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, Presiden Dewan Keamanan PBB Carolyn Rodriguez-Birkett, dan Presiden Majelis Umum PBB Philemon Yang – Iravani menegaskan bahwa ancaman tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

“Ancaman sembrono dan disengaja oleh pejabat senior tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, khususnya Pasal 2(4), yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara,” kata Iravani dalam suratnya pada Jumat (27/6/2025).

Lebih lanjut, surat tersebut menggarisbawahi bahwa tindakan semacam itu juga melanggar prinsip-prinsip hukum internasional yang sudah kukuh, termasuk hak Kepala Negara untuk tidak diganggu gugat. Iran menilai ancaman tersebut sebagai “hasutan yang jelas untuk melakukan terorisme negara.”

Desakan Agar PBB Bertindak

Dalam suratnya, Iravani mendesak PBB untuk segera mengutuk ancaman pembunuhan dari Israel dan AS. Iran juga menuntut PBB untuk “mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan akuntabilitas atas tindakan-tindakan yang salah secara internasional ini.”

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Desakan ini juga digaungkan melalui akun X resmi Misi Tetap Iran di PBB. Mereka menyatakan harapan agar Guterres, Rodriguez-Birkett, dan Yang “menjalankan tanggung jawab hukum mereka terhadap retorika kriminal dan provokatif tersebut.”

Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya AS dan Israel. Ancaman terhadap seorang Pemimpin Tertinggi seperti Ayatollah Khamenei tentu saja dianggap serius oleh Teheran, yang kemungkinan akan terus mendesak PBB untuk mengambil tindakan konkret guna meredakan tensi dan menegakkan hukum internasional.

Apakah PBB akan menanggapi desakan Iran ini dengan tindakan tegas? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, namun satu hal yang pasti, ancaman semacam ini semakin memperkeruh situasi Timur Tengah yang sudah bergejolak. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Berita Terbaru