Terungkap! Ibu dari Bayi Gegerkan Warga Mantuyan Balangan Kalsel Akhirnya Diketahui

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - dugaan bayi perempuan yang diduga ditelantarkan oleh ibu kandung di Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, Balangan, Kalsel, mulai terkuak. Foto: Istimewa

Ilustrasi - dugaan bayi perempuan yang diduga ditelantarkan oleh ibu kandung di Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, Balangan, Kalsel, mulai terkuak. Foto: Istimewa

1TULAH.COM, Paringin – Misteri penemuan bayi yang sempat menghebohkan warga Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel akhirnya terungkap.

Satreskrim Polres Balangan bersama Polsek Halong memastikan bahwa bayi tersebut bukan dibuang, merupakan anak kandung dari seorang perempuan berinisial FA (35) warga setempat.

FA yang berstatus janda dengan tiga anak itu sempat tidak mengakui bayi tersebut sebagai anaknya saat ditanya warga. Hal inilah yang memicu asumsi masyarakat bahwa sang bayi ditelantarkan.

“Dari hasil visum rumah sakit, ditemukan adanya tanda-tanda persalinan pada tubuh FA. Hal ini memperkuat bahwa ia adalah ibu kandung dari bayi tersebut,” ungkap Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi Mulyono, Selasa, 8 April 2025.

Baca Juga :  SiLPA Anjlok Jadi Rp10 Miliar, Struktur Belanja APBD Perubahan Barito Selatan Dipangkas Rp200 M

Sehari setelah laporan penemuan bayi diterima, polisi langsung turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Keterangan sejumlah saksi berhasil membantu mengungkap fakta sebenarnya.

Iptu Eko menjelaskan, FA melahirkan bayinya seorang diri di kebun karet. Setelah itu, ia membawa bayinya ke pondok ladang padi tempatnya bekerja.

Saat salah satu warga mendengar tangisan bayi dari pondok tersebut, ia melihat FA sedang memberi makan bayi dengan pisang. Namun ketika ditanya, FA mengelak dan menyebut bayi itu bukan anaknya.

Baca Juga :  Tutup MTQ XI, Heriyus Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an

“FA mengaku malu karena statusnya sebagai janda, apalagi bayi itu hasil hubungan terlarang,” tambah Iptu Eko.

Keterangan tersebut memperjelas bahwa tidak ada unsur pembuangan bayi. FA tetap merawat bayinya sejak lahir, termasuk memandikan dan memberi makan, meski sempat menolak mengakui sang anak di depan warga.

Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mendalami lebih lanjut latar belakang kasus ini. Namun hingga kini, tidak ditemukan bukti bahwa bayi tersebut sengaja dibuang.

Penulis: Windi Hidayat

Editor: Aprie

Berita Terkait

Nilai Pancasila Tidak Sekadar Menjadi Seremonial
Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga
Karhutla Meluas, Harsandi Soroti Keterbatasan Anggaran dan Minta Warga Hentikan Pembakaran Lahan
Anggota PWI Barito Utara Jalin Silaturahmi dengan Bupati H. Shalahuddin
Pemprov Kalteng Salurkan 1.300 Paket Bantuan Pangan dan KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Katingan Tengah
Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Pangan dan KHBS bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Katingan
Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya
KI Kalteng dan PPID Utama Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di Dislutkan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Nilai Pancasila Tidak Sekadar Menjadi Seremonial

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Karhutla Meluas, Harsandi Soroti Keterbatasan Anggaran dan Minta Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Anggota PWI Barito Utara Jalin Silaturahmi dengan Bupati H. Shalahuddin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.300 Paket Bantuan Pangan dan KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Katingan Tengah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Pangan dan KHBS bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Katingan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya

Rabu, 30 September 2026 - 19:27 WIB

KI Kalteng dan PPID Utama Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di Dislutkan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., bertindak sebagai inspektur upacara pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Seruyan, Kamis (1/10/2026).

Seruyan

Nilai Pancasila Tidak Sekadar Menjadi Seremonial

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:17 WIB