Kritik MBG Cuma jadi Kotoran, Pekik Emak-emak di Tengah Lautan Pendemo Indonesia Gelap

- Jurnalis

Kamis, 20 Februari 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Kamis (20/2).  (sumber: suara.com)

Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Kamis (20/2). (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Tak hanya dihadiri oleh kalangan mahasiswa dari berbagai kampus, aksi bertajuk Indonesia Gelap di kawasan Patung Kuda, Jakarta pada Kamis (20/2/2025) juga diikuti oleh emak-emak.

Tak ingin kalah dengan mahasiswa, seorang wanita tua bernama Raden Roro Neno ikut berorasi di atas mobil komando. Melalui orasinya itu, emak-emak berhijab tersebut blak-blakan mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) yang saat ini tengah digencarkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Neno, para anak-anak di Indonesia lebih membutuhkan pendidikan gratis ketimbang MBG.

Baca Juga :  Ramai Wacana Label Non-Halal pada Kemasan Rokok, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

“Kalau cuma makan gratis, cuma jadi kotoran,” kata Neno, saat berorasi di atas mobil komando, Kamis (20/2/2025).

Neno juga meminta, kepada para mahasiswa agar jangan mau kalau harus diinjak-injak oleh oligarki.

“Kalian adalah rakyat Indonesia asli, jangan mau kalian diinjak-injak oleh oligarki, mereka itu numpang di sini,” katanya.

Soal kepemimpinan Prabowo, Neno mengaku campur tangan Jokowi masih terlihat kental dalam pemerintahan Prabowo.

“Di mana kamu Prabowo, di mana Ndasmu Prabowo? Bapak Prabowo kalian itu sebener-nya presiden atau presiden-presidenan?” tegasnya.

Baca Juga :  Gelombang Penolakan Program MBG Meluas dari Lampung hingga Papua, Ada Apa?

Setidaknya terdapat sembilan poin tuntutan terkait demo bertajuk Indonesia Gelap yang diinisiasi massa BEM SI di Jakarta:

1. Kaji ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025;
2. Tranparansi status pembangunan dan pajak rakyat;
3. Evaluasi besar-besaran Makan Bergizi Gratis;
4. Tolak Revisi UU Minerba yang bermasalah;
5. Tolak Dwifungsi TNI;
6. Sahkan RUU Perampasan Aset;
7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional;
8. Tolak impunitas dan tuntaskan HAM berat;
9. Tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla
Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN
Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA
KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 20:17 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 24 September 2026 - 20:16 WIB

Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Rabu, 23 September 2026 - 05:53 WIB

Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Berita Terbaru