Nasib Guru Terabaikan? Antrean Sertifikasi Mengular, Kesejahteraan Tak Kunjung Datang

- Jurnalis

Sabtu, 15 Februari 2025 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi guru mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan. [Istimewa]

Ilustrasi guru mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan. [Istimewa]

1TULAH.COM-Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi pendidikan di Indonesia, terutama terkait nasib para guru. Menurutnya, tidak ada kebijakan baru yang signifikan untuk memperbaiki kesejahteraan guru, termasuk masalah sertifikasi yang tak kunjung selesai.

“Kalau soal janji presiden peningkatan kesejahteraan guru sampai sekarang belum terbukti. Pidato presiden saat hari guru itu juga sebenarnya program yang sudah ada sejak zaman presiden SBY, dilanjutkan oleh Pak Jokowi, dilanjutkan lagi oleh Pak Prabowo. Barunya apa soal kesejahteraan? Gak ada,” kata Ubaid kepada Suara.com, Jumat (14/2/2025).

Baca Juga :  Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Ubaid menyoroti masalah antrean sertifikasi guru yang semakin tidak masuk akal. Alih-alih mencari solusi, pemerintah justru akan memangkas kuota peserta dalam program pendidikan profesi guru (PPG).

“Ini kan ironi, guru-guru sudah antre panjang untuk sertifikasi, eh malah kuotanya mau dipangkas. Pemerintah ini maunya apa?” ujar Ubaid.

Baca Juga :  Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

JPPI menilai pemerintah tidak memiliki visi yang jelas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kebijakan yang ada hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyentuh akar permasalahan.

“Kita ini butuh kebijakan yang komprehensif, bukan cuma janji-janji manis yang tidak pernah terealisasi,” tegas Ubaid. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla
KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla
Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN
Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA
KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Jumat, 25 September 2026 - 05:40 WIB

Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 20:17 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Berita Terbaru